Manado (pilar.id) – Krisna Ariza, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, menyoroti perlunya transformasi sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Visi Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah mengamanatkan cita-cita menjadikan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Krisna di Manado pada hari Minggu (11/2/2024).
Krisna menekankan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mewujudkan visi tersebut. Pertama, diperlukan transformasi SDM UMKM.
Dampak pandemi COVID-19 dan kemajuan teknologi telah mengubah pola konsumsi. Saat ini, penjualan tidak lagi terbatas pada transaksi tatap muka, namun juga telah meluas ke ranah daring.
“Para pelaku UMKM harus memiliki keterampilan manajerial untuk mengelola penjualan baik secara langsung maupun daring,” terang Krisna.
Selain itu, Krisna juga menyoroti pentingnya terus melakukan inovasi produk UMKM sejalan dengan perkembangan zaman.
Langkah ketiga yang harus disiapkan adalah mengembangkan pola kemitraan dengan toko ritel modern. Toko ritel modern diharapkan dapat memberikan prioritas kepada produk-produk unggulan, termasuk produk dari Kabupaten Minahasa, melalui proses evaluasi yang cermat.
“Upaya ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan akses pasar kepada pelaku UMKM,” tambahnya.
Kemudian, saat terjadi peningkatan produksi, para pelaku UMKM diharapkan memiliki keberanian untuk meningkatkan kapasitas modal dan produksi mereka dengan memanfaatkan layanan keuangan perbankan.
Krisna menegaskan bahwa fasilitas yang disediakan oleh pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana untuk memperluas akses pasar bagi UMKM.
“Kementerian Perdagangan terus berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan di seluruh kabupaten di Indonesia untuk memberikan pembinaan dan pelatihan terkait strategi penjualan daring. Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM,” tandasnya. (ret/hdl)










