Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

Peristiwa Hendro D. Laksono5 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Jakarta (pilar.id) – Sektor industri manufaktur Indonesia tengah menghadapi sinyal waspada yang serius. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, memperingatkan bahwa penurunan tajam Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur nasional menjadi 46,9 pada Juni 2026 merupakan alarm bahaya yang menandakan industri tanah air telah memasuki fase kontraksi mendalam.

Kondisi ini dikhawatirkan bakal menggerogoti stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang jika tidak segera diantisipasi dengan kebijakan taktis.

Menurut data S&P Global, angka indeks di bawah ambang batas 50 mencerminkan kemunduran yang nyata. Prof. Didik J. Rachbini menegaskan bahwa potret lesunya ekonomi nasional dapat dilihat jelas dari satu indikator tersebut. Ia menilai sektor industri Indonesia sudah lama mengalami pelemahan terstruktur dan kini resmi berada di zona merah.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal sebelumnya mampu menyentuh angka 5,61 persen, capaian tersebut dinilai semu karena lebih banyak ditopang oleh pos belanja pemerintah, sementara sektor riil seperti manufaktur justru terus merosot.

Ketertinggalan Indonesia dan Lompatan Ekonomi Vietnam

Melemahnya taji industri domestik membuat posisi Indonesia kian kontras jika disandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, khususnya Vietnam. Prof. Didik menyoroti bagaimana Vietnam konsisten menerapkan transformasi industri selama hampir tiga dekade hingga mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 8 persen.

Catatan Ekonomi: Konsistensi strategi industri membawa Bank Dunia resmi mengklasifikasikan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income country) per Juli 2026, dengan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita mencapai US$4.970, melampaui ambang batas psikologis US$4.636.

Baca Juga  The Mentors, Film Dokumenter tentang Eks Napi Terorisme dapat Pujian

Arah kebijakan industri dan investasi Indonesia dinilai belum memiliki cetak biru yang konsisten. Kejatuhan indeks PMI ini merupakan akumulasi dari regulasi yang tumpang tindih, tingginya tekanan biaya akibat tensi geopolitik global, serta hambatan birokrasi domestik yang membuat pelaku usaha enggan menggelontorkan modal baru.

Jerat Lemahnya Daya Beli dan Minimnya Investasi Berkualitas

Dampak dari lesunya sektor manufaktur ini merembet langsung pada penurunan daya beli masyarakat. Prof. Didik J. Rachbini menjelaskan bahwa menyusutnya kapasitas produksi pabrik secara otomatis membatasi terciptanya lapangan kerja produktif baru. Fenomena ini menciptakan lingkaran setan ekonomi yang hanya bisa diurai lewat reformasi struktural, deregulasi total, serta debirokratisasi yang berpihak pada industri hulu hingga hilir.

Indonesia sebenarnya memiliki rekam jejak sukses saat menerapkan strategi serupa pada era 1980-an hingga 1990-an. Kala itu, kebijakan ekonomi mampu memacu pertumbuhan nasional hingga 7–8 persen dengan sokongan sektor industri yang tumbuh agresif di angka 10–12 persen. Namun, momentum emas tersebut gagal dipertahankan secara berkelanjutan.

Reorientasi Strategi Industri Menuju Rantai Pasok Global

Berkaca dari kesuksesan Vietnam, negara tersebut sukses mengadopsi strategi outward looking—strategi yang sebenarnya pernah diadopsi Indonesia beberapa dekade lalu. Vietnam berfokus menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) berkualitas tinggi yang berorientasi ekspor, yang kemudian diikuti dengan transfer teknologi untuk memperkuat kapabilitas industri lokalnya.

Baca Juga  Blusukan ke Pasar di Bangkalan, Wagub Emil Edukasi Warga Menangkal Hoaks Vaksinasi

Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan lanskap investasi di dalam negeri saat ini. Indonesia dinilai lebih banyak menyerap investasi non-substansial pada sektor jasa kosmetik, perdagangan, kuliner, hingga pengemasan yang minim memberikan nilai tambah jangka panjang bagi struktur industri nasional.

Prof. Didik mengingatkan pemerintah agar segera melakukan pembenahan masif pada iklim usaha dan memberikan insentif yang kompetitif bagi pelaku industri terintegrasi. Tanpa adanya langkah konkret dan cepat, Indonesia berisiko kehilangan daya saing dan bertransformasi menjadi negara dengan pertumbuhan paling lambat di kawasan ASEAN. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Didik J Rachbini headline Purchasing Managers' Index Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Mohamed Salah (sumber foto: facebook @EgyptNT)

Mesir vs Australia di Piala Dunia 2026: Misi Mohamed Salah Mengukir Sejarah Baru

3 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.