Surabaya (pilar.id) – Masalah genangan air yang kerap melanda kawasan industri dan transportasi Margomulyo menjadi fokus perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebagai solusi taktis, Pemkot Surabaya kini tengah menyiapkan pembangunan penampungan air berupa mini bozem yang berlokasi di area exit Tol Margomulyo-Tandes.
Langkah ini diambil mengingat area pintu keluar tol tersebut memiliki elevasi tanah yang cenderung lebih rendah, sehingga sering kali menjadi titik akumulasi air saat intensitas hujan tinggi. Proyek infrastruktur ini dijalankan melalui skema penanganan drainase terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di wilayah tersebut.
Sinergi Lintas Sektor dengan Operator Tol dan Kawasan Industri
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menyatakan bahwa penyelesaian genangan di jalur padat logistik ini tidak dapat diselesaikan secara sepihak oleh pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan tata kelola air di hilir sangat bergantung pada komitmen instansi vertikal serta para pelaku usaha yang memiliki otoritas wilayah di sana.
Untuk merealisasikan mini bozem tersebut, Pemkot Surabaya menjalin komunikasi intensif dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol. Infrastruktur penampung air ini nantinya akan memanfaatkan lahan milik perusahaan pengelola tol tersebut guna meredam laju debit air hujan agar tidak langsung meluber membanjiri badan jalan raya utama.
Selain dengan operator jalan tol, koordinasi serupa juga diarahkan kepada jajaran pengelola kawasan industri dan kompleks pergudangan setempat. Hal ini dikarenakan sebagian besar jaringan saluran air tersier di area lingkar Margomulyo berada di bawah kewenangan dan tanggung jawab internal pihak pengelola swasta.
Konektivitas Saluran Baru Menuju Rumah Pompa Balong II
DSDABM Surabaya menekankan pentingnya menjaga keselarasan perawatan antara saluran hulu dan muara akhir (outlet). Adi Gunita menjelaskan bahwa perbaikan saluran kecil di bagian atas akan menjadi sia-sia jika jalur pembuangan utamanya tersumbat atau tidak dirawat secara berkala.
Berdasarkan cetak biru sistem drainase yang disiapkan, seluruh aliran air dari kawasan Margomulyo nantinya akan diintegrasikan menuju Saluran Margomulyo Tengah. Dari jalur utama tersebut, pasokan air akan ditarik secara maksimal menggunakan mesin pemompa di Rumah Pompa Balong II, sebelum akhirnya dialirkan langsung menuju laut.
Saat ini, fokus utama pekerjaan fisik di lapangan adalah menuntaskan konektivitas jaringan pipa dan beton menuju rumah pompa utama tersebut. Sebagai langkah percepatan, pemerintah kota akan membangun rute saluran air baru yang dilengkapi dengan stasiun pompa vertikal berkapasitas kecil guna mendorong aliran air secara konstan menuju sistem Balong II.
Alokasi Anggaran dan Intervensi Infrastruktur Tahun 2026
Pembangunan mini bozem di lahan tol saat ini statusnya sudah memasuki tahap pelaksanaan lapangan (on-going). Agenda penataan ini juga telah masuk ke dalam daftar prioritas intervensi anggaran Pemkot Surabaya untuk tahun anggaran 2026.
Selain pengerjaan bozem, intervensi menyeluruh pada tahun ini mencakup proyek normalisasi dan pembangunan konektivitas saluran di sepanjang sisi kanan maupun kiri kawasan Margomulyo. Pemkot Surabaya juga menjadwalkan peningkatan kapasitas mekanikal pada mesin-mesin di rumah pompa eksisting.
Melalui integrasi antara kolaborasi pemanfaatan lahan swasta, pembangunan penampungan sementara, dan modernisasi mesin pompa, Pemkot Surabaya optimis dapat memangkas titik genangan secara signifikan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran roda ekonomi dan mobilitas logistik di salah satu urat nadi industri Kota Pahlawan. (usm/hdl)










