Blitar (pilar.id) – Kota Blitar belakangan ini dihantui oleh cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, termasuk angin kencang. Meskipun beberapa pohon tumbang terjadi akibat fenomena ini, kabar baiknya tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mencatat bahwa dalam dua hari terakhir, sejumlah laporan mengenai pohon tumbang telah masuk. Beberapa informasi penting perlu diperhatikan oleh masyarakat terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Blitar.
Menurut BMKG Bakorwil I Madiun, peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan. Warga diminta untuk mewaspadai kemungkinan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada tanggal 12 hingga 14 Maret 2024.
Hingga Selasa sore (12/03/2024), BPBD Kota Blitar mencatat adanya 7 laporan pohon tumbang. Kejadian tersebut terjadi di beberapa lokasi, termasuk Jl. Candi Sewu – Kel. Bendogerit, Jl. Batanghari – Kel. Sukoreko, Jl. Trowulan – Kel. Sentul, serta Jl. Cipamali – Kel. Ngadirejo, dan lainnya.
Akibat pohon tumbang, beberapa akses jalan harus ditutup sementara dan terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah karena kabel listrik tertimpa pohon tumbang.
Meskipun ada pohon besar yang menimpa warga, beruntungnya tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, terdapat laporan tiga tenda pedagang di Pusat Industri dan Pergudangan Pancing (PIPP) yang roboh akibat angin kencang. Proses evakuasi telah dilakukan oleh pihak berwenang hingga menjelang magrib, dan Pemkot Blitar melalui BPBD akan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak.
Masyarakat Kota Blitar dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi. Disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan dan berteduh di bawah pohon. Jika menghadapi kondisi darurat, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui layanan Call Center 112 untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan. (ret/hdl)










