Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • BCA Mulai Bagikan Dividen Interim 2026, Pemegang Saham Terima Rp20 per Saham pada Termin Pertama
  • Elnusa Bukukan Pendapatan Rp14,5 Triliun dan Laba Rp718 Miliar, Perkuat Ekspansi Global Berbasis Teknologi
  • MODENA Pay Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kartu Kredit dan Debit dengan Cicilan 0 Persen hingga Cashback
  • Barcelona Dapat Tawaran Rp1,5 Triliun untuk Raphinha, Al-Hilal dan Al-Nassr Siap Tebus Mahal
  • BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadir di Bromo dan Slamet, Padukan Musik, Wisata Alam, dan Budaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Agus Koecink dan Dedikasi di Dunia Seni yang Tak Kenal Henti

Agus Koecink dan Dedikasi di Dunia Seni yang Tak Kenal Henti

Budaya Ahmad Zulfikar13 Desember 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (pilar.id) – Tak kalah dengan kota besar lain di Indonesia, Surabaya juga menyimpan banyak potensi budaya yang luar biasa. Sederet nama lahir dari Kota Pahlawan ini. Seperti Gombloh, Franky Sahilatua, hingga Agus Koecink.

Pria yang memiliki nama lahir Agus Sukamto ini dikenal sebagai pegiat seni rupa yang setia dijalurnya. Lahir di Tulungagung, 31 Desember 1967, ia aktif melahirkan karya-karya gemilang dari studionya di Desa Laban Kulon, Menganti, Gresik.

Koecing, begitu ia akrab disapa, pernah aktif sebagai Ketua Jurusan Seni Rupa Murni STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatika Surabaya), staf pengajar STKW, kontributor Majalah Visual Arts Jakarta Area Jawa Timur dan Pengajar Luar Biasa VCD Universitas Ciputra.

Ia berturut-turut pernah mendapatkan beasiswa residensi di Museum De Rouen dari Pemerintahan Prancis pada tahun 2010 dan 2011 hingga 2014. Ia juga meraih beasiswa S2 dari DIKTI Jakarta pada 2005, dan Beasiswa Penelitian Budaya dan workshop Kajian post kolonial selama 1 tahun dari Ford Foundation dan Realino Jogyakarta (2004).

Tahun 2016, Agus Koecing mendapat Penghargaan Walikota Surabaya Sebagai Seniman Berprestasi Surabaya, lalu 2018 memperoleh Penghargaan Gubernur Jawa Timur Bidang Kreator Seni Rupa.

Sebagai seniman, Agus Koecing dikenal sebagai sosok yang produktif. Tahun 2009 membuat project seni di Forum Performance Art Internasional ‘X-Change ‘09’ CCCL (Pusat Kebudayaan Perancis) Surabaya, lalu 2009-2012 karya-karya seni gambarnya dipilih untuk ‘Project Identitas’ Pencitraan Kebudayaan Perancis Selama 3 tahun di CCCL (Pusat Kebudayaan Prancis) Surabaya, dan 2007, bersama istrinya, mendirikan Ceramicqueen Studio, tempat belajar keramik di Surabaya.

Sebelumnya, di tahun 2003, berkolaborasi bersama 145 seniman Grafis sedunia dalam ‘worldwide.designers’ Studio Neo Open Tolouse, Perancis. Saat itu karyanya terpilih mewakili seni grafis dari Indonesia. Hasil kolaborasi ini berupa Buku Grafis dan diterbitkan oleh Studio Neo Open di Perancis.

Awal Desember lalu, ia menerima medali kehormatan dari Pemerintah Prancis Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres atau Ksatria dalam bidang Seni dan Kesusastraan. Ini merupakan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Prancis yang saat ini dipimpin oleh Menteri Roselyne Bachelot-Narquin.

Medali disematkan langsung di Kantor Konsulat Kehormatan Prancis di Surabaya oleh perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, yaitu Stéphane Dovert, Konselor Kerjasama Kebudayaan sekaligus Direktur Institut Français di Indonesia.

Medali kehormatan ini menjadi bukti komitmen Agus Koecink selama lebih dari sepuluh tahun dalam mendukung pertukaran budaya dan seni antara Indonesia dan Prancis.

Tahun 2010, ia terpilih untuk berpartisipasi dalam program ‘Mobilitas untuk para pelaku dan aktor budaya Indonesia’ ke Prancis. Sejak itulah kolaborasi dengan Prancis akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada saat residensi di kota Rouen selama satu bulan, tepatnya di Museum Sejarah Alam Rouen (Muséum d’histoire naturelle de Rouen) yang dipimpin Sébastien Minchin selaku direktur, aktivitas kesenian Agus mendapat perhatian.

Ia pun diberi kepercayaan untuk merancang desain ruang Asia di museum tersebut, untuk koleksi etnografi dari Asia. Museum Rouen pun mengundang seniman kontemporer asal Indonesia tersebut untuk berkolaborasi, menampilkan koleksi etnografi, memadukannya dengan rancangan karya artistik kontemporer sang seniman, dengan dukungan seniman Jenny Lee, pasangannya, yang juga seorang seniman.

Museum Rouen membuat ‘Galeri Benua-Benua’, ruangan dengan koleksi asal masing-masing benua. Menampilkan koleksi dari benua Asia, inilah tugas yang dikerjakan oleh Agus dan Jenny.

Mereka berdua diberi kebebasan penuh untuk memilih koleksi museum yang belum pernah ditampilkan sebelumnya, dari latar belakang kekayaan etnografis, objek-objek yang akan disajikan, Mereka bersama mengerjakan teks presentasi, merancang skenografi.

‘Salle d’Asie’ atau Ruang Asia diresmikan pada Oktober 2014, selain dihadiri undangan dari museum, juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis dan tentunya hadir Agus Koecink dan Jenny Lee. Berkat karya Agus Koecink, objek-objek etnografi asal benua Asia menemukan suaranya lagi dan berdialog dengan koleksi dari benua lain dan berjumpa dengan publik. Melalui berbagai lokakarya selama residensi, Agus mengenalkan seni Indonesia di Prancis.

Sejak kembali dari residensi di Prancis, Agus Koecink telah menggelar beberapa kali pameran karya bertema Prancis, di antaranya: “Oleh-Oleh dari Prancis” (2010), “Paris et moi” (2012), “Rouen je t’aime” (2014) bersama Jenny Lee, dengan dukungan pusat kebudayaan Prancis, CCCL/IFI Surabaya.

Menurut Stephane Dovert, kiprah aktif Agus Koecink dalam kesenian menjadikannya aktor penting dalam dialog artistik antara Indonesia dan Prancis. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Agus Koecing CCCL Pusat Kebudayaan Perancis
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
BRI Jazz Gunung Series 2026 digelar di Bromo dan Slamet, menghadirkan kolaborasi musik jazz, wisata alam, budaya, dan UMKM lokal.

BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadir di Bromo dan Slamet, Padukan Musik, Wisata Alam, dan Budaya

9 Juni 2026
ION WATER mendukung AirAsia HYROX Jakarta 2026 yang diproyeksikan menarik ribuan peserta internasional dan memperkuat ekosistem fitness nasional.

ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness dan Sport Tourism Indonesia

9 Juni 2026
Rio Ngumoha (sumber foto: instagram @rio_ngumoha)

Tampil Gemilang Bersama Inggris, Rio Ngumoha Tetap Gagal ke Piala Dunia 2026 karena Aturan FIFA

9 Juni 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Berita Lainnya
PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Mulai Bagikan Dividen Interim 2026, Pemegang Saham Terima Rp20 per Saham pada Termin Pertama

10 Juni 2026
Elnusa mencatat pendapatan Rp14,5 triliun dan laba bersih Rp718 miliar pada 2025, didukung transformasi digital, ekspansi global, dan inovasi teknologi.

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp14,5 Triliun dan Laba Rp718 Miliar, Perkuat Ekspansi Global Berbasis Teknologi

9 Juni 2026
MODENA dan MNC Bank meluncurkan MODENA Pay, layanan kartu kredit dan debit dengan cicilan 0%, cashback, dan loyalty rewards.

MODENA Pay Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kartu Kredit dan Debit dengan Cicilan 0 Persen hingga Cashback

9 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.