Jakarta (pilar.id) – Legenda tinju dunia, George Foreman, meninggal dunia pada usia 76 tahun pada Sabtu (22/3/2025). Foreman merupakan juara dunia tinju kelas berat dua kali yang dikenal dalam sejarah olahraga, termasuk pertarungannya yang ikonik melawan Muhammad Ali dalam Rumble in the Jungle tahun 1974.
George Edward Foreman lahir pada 10 Januari 1949 di Marshall, Texas. Ia mulai menekuni tinju setelah melewati masa kecil yang penuh tantangan. Kariernya mulai bersinar setelah meraih medali emas Olimpiade 1968 di kelas berat.
Foreman kemudian beralih ke tinju profesional pada tahun 1969. Puncak kejayaannya terjadi pada 1973, saat ia merebut gelar juara dunia kelas berat dengan mengalahkan Joe Frazier melalui kemenangan knockout di ronde kedua. Namun, setahun kemudian, ia mengalami kekalahan bersejarah dari Muhammad Ali dalam pertarungan “Rumble in the Jungle”.
Setelah beberapa tahun berkarier, Foreman sempat pensiun pada 1977, sebelum kembali ke ring tinju satu dekade kemudian. Keajaiban terjadi pada 1994, saat ia kembali menjadi juara dunia di usia 45 tahun setelah mengalahkan Michael Moorer. Prestasi ini menjadikannya juara dunia kelas berat tertua dalam sejarah.
Kehidupan di Luar Ring Tinju
Di luar tinju, Foreman dikenal sebagai seorang pendeta, pengusaha, dan penulis. Ia menjadi komentator tinju di HBO selama 12 tahun dan sukses dalam dunia bisnis, terutama melalui produk George Foreman Grill, yang telah terjual lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia. Pada 1999, ia menjual hak komersial produk tersebut senilai 138 juta Dollar AS.
Foreman juga diabadikan dalam sejarah tinju dengan masuk ke World Boxing Hall of Fame dan International Boxing Hall of Fame. Majalah The Ring menempatkannya sebagai salah satu 25 petinju terbaik dalam 80 tahun terakhir dan puncher terbaik kesembilan sepanjang masa.
George Foreman tidak hanya dikenang sebagai petinju hebat, tetapi juga sebagai sosok inspiratif yang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Kepergiannya meninggalkan warisan besar dalam dunia olahraga dan bisnis. Selamat jalan, Big George. (mad/hdl)








