Banyuwangi (pilar.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus bergerak cepat memperkuat jaringan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah konkrit ini ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan peninjauan langsung di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan bahan pangan pokok dan LPG 3 kilogram. Koperasi kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi unit usaha formal, melainkan pusat pelayanan ekonomi yang andal bagi masyarakat sekitar.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim mendorong penguatan ekosistem distribusi dengan menggandeng mitra strategis nasional, seperti Perum Bulog dan PT Pertamina Patra Niaga. Sinergi ini krusial agar produk-produk bersubsidi dan komoditas penting tetap tersedia di peredaran.
Memperkuat Jejaring Distribusi Bulog dan Pertamina
Gubernur Khofifah menggarisbawahi bahwa legalitas badan hukum yang telah dikantongi seluruh KDKMP di Jawa Timur sejak Juli 2025 harus diimbangi dengan keandalan operasional. Ia mengingatkan agar rantai pasokan dari Bulog dan Pertamina Patra Niaga berjalan efektif. Ketersediaan komoditas sensitif seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta gas melon tidak boleh mengalami kekosongan saat warga membutuhkan.
Saat ini, Pemprov Jatim tengah mengidentifikasi performa seluruh koperasi kelurahan guna memastikan dampaknya terasa nyata di masyarakat. Salah satu fokus utama yang sedang diselesaikan adalah perumusan regulasi konkret untuk mempermudah mekanisme akses pasokan langsung dari distributor utama.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada KKMP Tukangkayu yang berhasil menembus jajaran 10 besar koperasi kelurahan terbaik di Jawa Timur. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari komitmen pengelola dan sinkronisasi yang baik dengan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Peluang Jadi Pemasok Program Makan Bergizi Gratis
Pengembangan KKMP Tukangkayu diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru seiring rencana perluasan gerai dan penambahan variasi produk. Lebih dari sekadar toko bahan pokok, koperasi ini didorong untuk menangkap peluang strategis sebagai pemasok kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jika regulasi yang mengatur hal tersebut rampung, keterlibatan koperasi kelurahan akan menjadi stimulus ekonomi yang sangat besar bagi ekosistem lokal. Oleh karena itu, dukungan dari struktur pemerintahan terbawah—mulai dari lurah, kepala desa, hingga pemerintah kabupaten—menjadi faktor penentu keberhasilan orkestrasi ini.
Selain memperluas pasar, peningkatan kualitas produk internal juga menjadi sorotan. Koperasi diwajibkan memperhatikan aspek sertifikasi halal untuk merespons tingginya kesadaran konsumen terhadap produk yang aman, bermutu, dan terjamin kehalalannya.
Diversifikasi Layanan KKMP Tukangkayu
Hingga saat ini, KKMP Tukangkayu telah menjelma menjadi pusat layanan terpadu yang multifungsi. Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu, Imam Maskun, menyatakan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan demi mengoptimalkan distribusi sembako dan gas melon di Banyuwangi.
Koperasi ini tidak hanya berfokus pada pangkalan LPG dan distribusi sembako murah yang menjadi andalan warga. Di dalam ekosistemnya, telah berjalan berbagai unit usaha mulai dari simpan pinjam, jasa percetakan, pendampingan bagi pelaku UMKM, hingga kemitraan strategis dengan institusi besar seperti PT Pos Indonesia, Himbara, dan ID Food.
Kehadiran Agen Laku Pandai perbankan dan Agen Pos di dalam koperasi juga terbukti mempermudah aksesibilitas warga terhadap layanan keuangan. Melalui diversifikasi usaha yang kuat ini, koperasi kelurahan diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus memutar roda ekonomi dari tingkat akar rumput. (hdl)










