Surabaya (pilar.id) – Stadion Gelora Bung Tomo akan jadi saksi laga krusial, Persebaya Surabaya vs Semen Padang FC, Minggu (11/5) pukul 19.00 WIB. Jamuan pada pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/25 ini dinilai sangat penting, karena kedua tim sama-sama memiliki misi besar.
Persebaya yang saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 54 poin dari 31 laga, mengincar kemenangan demi menyalip Dewa United FC yang unggul tiga poin dan ada di posisi kedua.
“Ini pertandingan penting, bagaimana kami bisa naik ke peringkat dua. Kami harus menang di kandang, itu yang paling penting,” ujar pelatih Persebaya, Paul Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga mewaspadai semangat juang Semen Padang, yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Tim berjuluk Kabau Sirah saat ini berada di posisi ke-16 dengan 31 poin dari 31 pertandingan.
Mereka hanya terpaut jumlah laga dari Barito Putera yang juga mengoleksi 31 poin namun sudah memainkan 32 pertandingan. Jika mampu menang di Surabaya, Semen Padang bukan hanya bisa keluar dari zona merah, tapi juga berpotensi naik ke posisi ke-13.
Ricky Ariansyah: Semua Laga Ibarat Final
Gelandang Semen Padang, Ricky Ariansyah, menyatakan bahwa timnya akan tampil habis-habisan di laga ini. “Kami tahu lawan Persebaya sangat berat, tapi target kami tetap 3 poin. Setiap pertandingan sekarang seperti final bagi kami,” ujarnya.
Modal kemenangan atas PSIS Semarang (3-2), Persija Jakarta (2-0), dan Madura United FC (2-1) menjadi motivasi besar bagi Ricky dan rekan-rekannya.
Ia juga menambahkan bahwa suasana kompetitif di sesi latihan dan dukungan dari manajemen lewat bonus turut membakar semangat tim.
“Menu latihan tetap sama, tapi kami selalu fight sejak latihan. Ini terbawa ke pertandingan. Tambahan semangat juga datang dari bonus yang diberikan manajemen,” tegas Ricky.
Masalah Injury Time dan Comeback Muhammad Hidayat
Di sisi tuan rumah, Persebaya masih menghadapi satu kelemahan utama: kebobolan di masa injury time. Paul Munster mencatat sudah empat kali timnya kehilangan poin akibat kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.
“Kami sudah bicarakan ini. Saya tidak menerima kesalahan seperti itu. Sekarang bukan menit terakhir, tapi detik terakhir,” ungkap Munster yang tampak frustrasi.
Sebagai angin segar, Persebaya berencana menurunkan gelandang Muhammad Hidayat di bangku cadangan. Hidayat sempat absen lama akibat cedera lutut dan kini mulai kembali berlatih secara penuh.
“Hidayat akan berada di skuat untuk laga nanti. Ini juga bagian dari membangun kembali mentalitasnya,” ujar Munster. (usm/hdl)










