Jakarta (pilar.id) – Ajax harus menelan pil pahit usai dibantai NEC dengan skor telak 0-3 dalam lanjutan Eredivisie di Johan Cruijff ArenA, Minggu (11/5) malam waktu setempat. Kekalahan ini memaksa tim asuhan Francesco Farioli segera bangkit dalam dua laga tersisa jika tak ingin musim ini berakhir tanpa kebanggaan.
Meskipun sudah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, Farioli mengakui bahwa performa Ajax jauh dari harapan. “Kami lebih ingin lolos lewat performa sendiri, bukan hanya karena hasil lain. Hari ini benar-benar mengecewakan,” ujar Farioli usai laga, dikutip dari laman resmi AFC Ajax .
Pelatih asal Italia itu enggan langsung menyalahkan individu atau aspek spesifik. “Saya belum ingin membahas terlalu detail. Saya akan analisis kekalahan ini nanti. Fokus kami sekarang ke pertandingan Rabu melawan FC Groningen,” ujarnya.
Pertahanan Runtuh, Serangan Mandul
Pertandingan dimulai cukup lambat dengan kedua tim hanya menciptakan peluang setengah matang di babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Namun di babak kedua, NEC tampil lebih klinis.
Sontje Hansen membuka keunggulan untuk tim tamu pada menit ke-59 lewat serangan balik cepat. Belum sempat Ajax memulihkan konsentrasi, Brayann Pereira menggandakan keunggulan NEC pada menit ke-67.
Upaya Ajax untuk mencetak gol balasan gagal membuahkan hasil. Bahkan, mereka harus kembali kebobolan di menit ke-82 melalui gol Sami Ouaissa. Skor 0-3 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, menandai kekalahan memalukan Ajax di kandang sendiri.
Formasi dan Perubahan Tidak Berbuah Hasil
Farioli sempat melakukan perubahan taktik dengan menurunkan Davy Klaassen lebih dalam untuk menambah kontrol di lini belakang. Namun strategi ini tidak berhasil menghentikan gelombang serangan NEC.
Statistik menunjukkan Ajax tampil cukup dominan di babak pertama, tetapi NEC lebih efektif dalam penyelesaian akhir. Minimnya efektivitas lini depan Ajax kian diperparah oleh lemahnya koordinasi pertahanan.
Dua Laga Tersisa Jadi Ujian Terakhir
Kekalahan ini membuat dua pertandingan terakhir di Eredivisie menjadi sangat penting bagi Ajax. Mereka akan bertandang ke markas FC Groningen pada Rabu (15/5) pukul 20.00 waktu setempat. Kemudian, Ajax akan menutup musim dengan menjamu FC Twente di Johan Cruijff ArenA pada Minggu, 18 Mei.
Farioli berharap timnya bisa menunjukkan respons positif. “Kami harus menebus kesalahan ini di dua pertandingan ke depan. Kami tidak ingin menutup musim dengan catatan negatif,” tegasnya. (usm/hdl)










