Semarang (pilar.id) – PSIS Semarang tetap menunjukkan semangat tinggi meski sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Dikutip dari laman official BRI Liga 1, jelang laga pamungkas pekan ke-34, skuat Mahesa Jenar bertekad menutup kompetisi dengan hasil manis saat menjamu PS Barito Putera di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/5).
Meskipun hasil laga ini tidak lagi memengaruhi posisi PSIS yang kini menghuni dasar klasemen dengan 25 poin, tim asuhan caretaker pelatih Muhammad Ridwan tidak ingin menyerah begitu saja.
“Seperti yang sudah-sudah, kita berjanji di sisa pertandingan, walaupun kita sudah dipastikan terdegradasi, kita masih ingin memberikan yang terbaik,” ujar M Ridwan.
Sementara itu, laga ini sangat krusial bagi tim tamu, PS Barito Putera, yang kini berada di peringkat ke-17 dengan 31 poin. Laskar Antasari masih punya peluang untuk keluar dari zona degradasi, bersaing ketat dengan PSS Sleman dan Semen Padang FC dalam perebutan tempat ke-15.
Ridwan menegaskan bahwa laga ini tetap akan berlangsung sengit dan penuh motivasi dari kedua tim.
“Memang terlihat klise. Tapi pertandingan lawan Barito Putera harus kita maksimalkan. Terlebih hasil laga di pekan ke-33 antara Semen Padang dan Persik Kediri membuat persaingan tetap hidup,” tegasnya.
Sebagai legenda hidup PSIS, Ridwan juga menambahkan bahwa kemenangan di laga terakhir akan menjadi bentuk penghormatan dan hadiah kecil untuk para pendukung setia Mahesa Jenar.
“Tentunya kita juga ingin memberikan kado yang mungkin sedikit menghibur untuk pendukung PSIS. Mudah-mudahan dengan kemenangan di laga terakhir nanti, itu menjadi sedikit bukti bahwa kita selama ini bermain dengan seluruh kemampuan yang ada,” tutup Ridwan.
Laga PSIS Semarang kontra Barito Putera diprediksi berlangsung menarik, dengan satu tim berjuang untuk kehormatan, dan satu lagi berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (usm/hdl)










