Kopenhagen (pilar.id) – Christian Eriksen menjadi pahlawan kemenangan Denmark setelah mencetak gol penentu kemenangan dalam laga persahabatan internasional melawan Irlandia Utara di Stadion Parken, Kopenhagen. Tuan rumah sukses membalikkan keadaan dan menang dengan skor 2-1, meski sempat tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Pierre-Emile Højbjerg di awal laga.
Irlandia Utara mengejutkan tuan rumah di menit ke-6 ketika tekanan tinggi mereka membuahkan hasil. Justin Devenny, pemain muda Crystal Palace, memotong umpan lemah dari Lucas Høgsberg—debutan Denmark berusia 18 tahun—dan mengirimkan umpan silang yang akhirnya memantul dan masuk ke gawang setelah Højbjerg salah mengantisipasi bola.
Denmark yang menguasai penguasaan bola sepanjang babak pertama tampak kesulitan menembus pertahanan rapat Irlandia Utara.
Baru di masa injury time babak pertama, Denmark mampu menyamakan kedudukan melalui Gustav Isaksen. Pemain Lazio itu melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan dari Mikkel Damsgaard. Bola bersarang mulus ke sudut gawang tanpa mampu dihalau kiper Conor Hazard.
Hazard sendiri harus ditarik keluar di babak kedua karena cedera usai benturan dengan Rasmus Højlund di babak pertama. Tempatnya digantikan oleh Pierce Charles, kiper muda Sheffield Wednesday, yang langsung diuji lewat sundulan Christian Nørgaard di menit ke-55.
Setelah beberapa peluang terbuang dan upaya Irlandia Utara bertahan dengan baik, akhirnya tekanan Denmark membuahkan hasil di menit ke-67.
Isaksen mengirimkan umpan silang rendah ke dalam kotak penalti yang sempat memantul di antara kaki Trai Hume dan Dan Ballard sebelum Eriksen datang menyambut bola dan mencetak gol dari jarak dekat. Itu adalah gol ke-45 Eriksen bersama timnas Denmark.
Denmark sempat mencetak gol ketiga lewat Mika Biereth, namun dianulir karena offside. Beberapa penyelamatan gemilang dari Pierce Charles di menit-menit akhir menghindarkan Irlandia Utara dari kekalahan yang lebih besar.
Meski kembali menelan kekalahan setelah sebelumnya dihantam Swedia 5-1 pada Maret lalu, performa bertahan Irlandia Utara kali ini menunjukkan peningkatan. Rata-rata usia skuad yang diturunkan Michael O’Neill hanya 23,4 tahun, memberi harapan jelang kampanye kualifikasi Piala Dunia yang dimulai September nanti.
Sementara Denmark, yang berada di grup kualifikasi Piala Dunia bersama Skotlandia, menguji konsistensi dan kedalaman skuad mereka dalam pertandingan ini. Kemenangan ini menjadi modal positif sebelum laga-laga penting ke depan.
Di luar itu, harus diakui, Denmark memang menunjukkan performa dominan dalam penguasaan bola, namun masih perlu peningkatan dalam efektivitas serangan. (mad/hdl)










