Tokyo (pilar.id) – Danantara Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), sebagai langkah strategis dalam mendorong investasi yang mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau dan terhubung secara digital.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan proyek-proyek prioritas di sektor dekarbonisasi dan ekonomi sirkular. Fokus utama mencakup energi terbarukan, transmisi listrik, pengelolaan air dan limbah, infrastruktur digital berkelanjutan seperti pusat data ramah lingkungan, serta sektor kesehatan.
Kesepakatan ini juga membuka akses ke berbagai instrumen pendanaan—termasuk pembiayaan utang, ekuitas, jaminan, serta solusi keuangan lainnya—untuk mendukung pengembangan proyek strategis berskala besar di seluruh Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi sinyal kuat kepercayaan internasional terhadap agenda transisi hijau Indonesia. Di Danantara Indonesia, kami berkomitmen untuk menggerakkan modal strategis yang sejalan dengan prioritas nasional, serta memenuhi standar global dalam hal keberlanjutan, dampak sosial, dan tata kelola,” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.
Penandatanganan MoU ini juga menandai pencapaian baru dalam strategi kemitraan internasional Danantara Indonesia. Hingga paruh pertama 2025, institusi ini telah memfasilitasi sejumlah proyek unggulan yang mendukung pembangunan jangka panjang nasional berbasis investasi berkelanjutan dan inovatif.
Sebagai informasi, Danantara Indonesia—secara resmi bernama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)—merupakan entitas hukum Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2025 dan dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Danantara memiliki mandat strategis dalam melakukan investasi serta pengelolaan aset dan operasi BUMN, dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik, dampak inklusif, dan kemitraan global.
Dengan langkah ini, Danantara Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai katalis utama dalam transformasi ekonomi nasional melalui aliansi internasional dan investasi strategis berkelanjutan. (mad/hdl)










