Madrid (pilar.id) — Real Madrid C.F. secara resmi menyatakan penolakannya terhadap rencana pelaksanaan pertandingan Liga Spanyol antara Villarreal C.F. dan F.C. Barcelona pada jornada ke-17 yang direncanakan digelar di luar wilayah Spanyol.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 12 Agustus 2025, klub menilai keputusan tersebut diambil tanpa pemberitahuan maupun konsultasi terlebih dahulu kepada klub peserta kompetisi.
Menurut Real Madrid, langkah ini melanggar prinsip dasar resiprositas teritorial dalam sistem liga kandang-tandang, yang mengharuskan setiap tim bermain satu kali di kandang dan satu kali di kandang lawan.
Real Madrid menegaskan, memindahkan lokasi laga secara sepihak akan mengganggu keseimbangan kompetisi, memberi keuntungan tidak wajar bagi klub tertentu, dan merusak kesetaraan antar peserta.
Klub juga menilai hal ini berpotensi menjadi preseden buruk yang membuka peluang adanya pengecualian berdasarkan kepentingan non-olahraga.
“Integritas kompetisi menuntut seluruh pertandingan dilaksanakan dalam kondisi yang sama bagi semua tim. Mengubah aturan sepihak membahayakan legitimasi hasil dan berisiko mengadulterasi kompetisi,” tulis pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk langkah konkret, Real Madrid telah melakukan tiga aksi resmi:
- Meminta FIFA agar tidak memberikan izin pelaksanaan laga tersebut tanpa persetujuan semua klub peserta.
- Meminta UEFA menekan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk menolak atau menarik permintaan tersebut, sesuai kebijakan tahun 2018 yang melarang laga resmi domestik dimainkan di luar negeri kecuali dalam kondisi luar biasa.
- Meminta Consejo Superior de Deportes agar tidak memberikan izin administratif jika tidak ada persetujuan bulat dari seluruh klub.
Real Madrid menegaskan komitmennya terhadap aturan nasional dan internasional yang menjamin keadilan serta kelancaran kompetisi resmi. Klub juga berjanji akan memperjuangkan kepatuhan terhadap aturan tersebut di semua otoritas yang berwenang. (mad/hdl)










