Padang (pilar.id) – Potongan video kegiatan pelantikan calon pramuka penegak laksana di MAN 1 Kota Padang menjadi viral di media sosial dengan narasi keliru yang menimbulkan keresahan publik. Pihak madrasah akhirnya memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan tidak ada unsur pelecehan terhadap Bendera Merah Putih dalam kegiatan tersebut.
Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat prosesi menjelang pelantikan calon anggota Pramuka pada Jumat (15/8/2025). Dalam prosesi tersebut, siswa diuji nilai integritas dan nasionalismenya menggunakan media replika Bendera Merah Putih.
“Tujuan kegiatan ini semata-mata untuk menguji integritas, nasionalisme, dan cinta tanah air siswa. Potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan konteks kegiatan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Kami tegaskan tidak ada niat sedikit pun melecehkan Bendera Merah Putih,” ujar Afrizal, Sabtu (16/8/2025).
Ujian Ditangguhkan dan Evaluasi
Afrizal menambahkan, karena dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan, pelantikan siswa yang bersangkutan dibatalkan sementara. Ia juga mengakui bahwa meski bukan dalam konteks pelecehan, peristiwa tersebut tetap merupakan sebuah kekhilafan.
Sebagai langkah pembinaan, pihak sekolah akan memberikan program remedi khusus agar pemahaman siswa mengenai simbol negara dan nilai kebangsaan semakin kuat.
“Sebagai pendidik saya merasa sedih dan kecewa melihat sikap sebagian siswa yang belum menunjukkan respon nasionalisme sesuai harapan. Namun tugas kami adalah membimbing, bukan menghakimi,” tegasnya.
Permintaan Maaf Resmi
Dalam kesempatan itu, Afrizal juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul.
“Kami sangat menyesal insiden ini ditarik keluar dari konteksnya. Atas nama pribadi dan lembaga, kami memohon maaf atas keresahan yang ditimbulkan,” ujarnya.
Kegiatan klarifikasi turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri Pani Dias, serta Kasubag TU Kemenag Padang, Rinaldi.
Imbauan dari Kemenag
Kakan Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang beredar di media sosial.
“Mari kita sikapi dengan bijak. Madrasah tetap konsisten menanamkan kecintaan kepada NKRI dan menghormati simbol-simbol negara,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah memastikan akan mengevaluasi metode pembinaan agar lebih tepat, edukatif, dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. (mad/hdl)










