Jakarta (pilar.id) – Produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, resmi memperkenalkan iX3 generasi terbaru sebagai bagian dari lini Neue Klasse. Mobil sport utility vehicle (SUV) listrik ini digadang mampu menempuh jarak hingga 800 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya salah satu pesaing kuat di pasar kendaraan listrik global.
BMW memperkenalkan iX3 menjelang ajang IAA Mobility Motor Show. Produksi dijadwalkan dimulai akhir 2025, dengan pengiriman pertama ke dealer-dealer Eropa pada Maret 2026. Mobil ini dibanderol mulai €68.900 atau sekitar Rp1,19 miliar.
Spesifikasi BMW iX3 Neue Klasse
BMW iX3 hadir dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 469 horsepower dan torsi 645 Newton-meter. Akselerasinya tergolong impresif, dengan catatan 0–100 km/jam dalam waktu hanya 4,9 detik.
Teknologi baterai eDrive generasi keenam membuat mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 800 km dalam uji internal. Pengisian daya juga sangat efisien berkat dukungan arsitektur 800 volt, di mana dalam 10 menit pengisian dapat menambah jarak tempuh hingga 370 km. Sementara itu, pengisian dari 10% ke 80% hanya membutuhkan 21 menit.
Strategi BMW Hadapi Pasar EV Global
Peluncuran iX3 menjadi bagian penting strategi BMW untuk merebut kembali pangsa pasar kendaraan listrik, khususnya di China yang saat ini dikuasai oleh produsen lokal. Laporan terbaru menunjukkan penurunan penjualan BMW di Asia sebesar 10%, dan di China turun 13,7% pada kuartal kedua tahun ini.
CEO BMW, Oliver Zipse, menegaskan bahwa iX3 adalah simbol tekad BMW untuk memimpin industri mobil listrik tanpa meninggalkan identitas merek.
“Dengan iX3, kami memadukan performa, inovasi, dan keberlanjutan. Mobil ini menunjukkan tekad BMW untuk menjadi pemimpin dalam mobilitas listrik,” ujarnya.
Latar Belakang Dinamika BMW
Sebelumnya, BMW sempat menunda investasi senilai £600 juta (sekitar Rp11,6 triliun) untuk menghidupkan kembali produksi kendaraan listrik di pabrik Mini Oxford, Inggris. Penundaan ini disebabkan oleh berbagai ketidakpastian industri otomotif global, termasuk tarif impor di Amerika Serikat.
Meski begitu, BMW menegaskan masih berkomitmen untuk memperluas portofolio mobil listrik dan menjalin komunikasi dengan pemerintah Inggris terkait rencana jangka panjang. (ret/hdl)










