Barcelona (pilar.id) – La Liga resmi merilis batas gaji terbaru untuk musim 2025/26, dengan Barcelona mengalami penurunan signifikan. Klub asal Catalan itu tercatat kehilangan €112 juta dari batas gajinya, turun 24 persen dari €463 juta menjadi €351 juta.
Penurunan ini terjadi setelah auditor Crowe memutuskan menghapus pendapatan dari kesepakatan penyewaan kursi VIP senilai €100 juta yang sebelumnya masuk dalam laporan keuangan Barcelona.
Meski demikian, Barcelona masih menjadi klub dengan batas gaji tertinggi kedua di La Liga, unggul €24 juta dari Atletico Madrid yang kini memiliki batas €327 juta.
Real Madrid tetap dominan dengan batas gaji mencapai €761 juta, lebih dari dua kali lipat Barcelona. Di bawahnya, Villarreal berada di posisi keempat dengan €173,1 juta setelah mendapat tambahan dari lolos ke Liga Champions.
Di sisi lain, Sevilla tetap menjadi tim dengan batas gaji terendah meski mengalami kenaikan €21,5 juta, kini berada di angka €22,14 juta. Klub Andalusia itu terpaksa melepas pemain bintang seperti Dodi Lukebakio dan Loic Bade, namun diyakini masih berada di atas batas gaji yang ditentukan.
Tim promosi seperti Levante (€35,5 juta), Elche (€40,5 juta), dan Alaves (€41 juta) juga menempati posisi terbawah. Sementara itu, Real Betis mengalami penurunan €34,2 juta, Real Sociedad turun €31,9 juta, dan Girona kehilangan €23,5 juta akibat gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Espanyol menjadi tim dengan kenaikan terbesar di luar tim promosi, naik €51,2 juta setelah lolos dari krisis finansial. Villarreal menyusul dengan kenaikan €37,2 juta, diikuti Sevilla (€21,5 juta) dan Athletic Club (€21 juta).
Promosi ke La Liga memberi keuntungan signifikan bagi beberapa tim. Real Oviedo kini bekerja dengan anggaran tiga kali lipat dari musim lalu, Elche naik 2,5 kali lipat, sementara Levante melonjak delapan kali lipat dibandingkan saat masih di Segunda. (usm/hdl)










