Jakarta (pilar.id) – Siloam Heart Hospital memperluas jangkauan edukasi kesehatan jantung melalui partisipasi dalam ajang The Luxe Cup: Padel Society Showdown 2025, yang berlangsung di Kula Courts, Alam Sutera, pada Sabtu (6/12).
Turnamen padel yang mempertemukan komunitas urban dan pencinta olahraga ini menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan dukungan medis penuh selama kegiatan berlangsung.
Dalam rangkaian acara, Siloam Heart Hospital menggelar sesi edukasi bertema Heart-Safe Workout: Apa yang Perlu Anda Tahu?.
Pada kesempatan tersebut, dr. Giovanno Rachmanda M., Sp.JP, FIHA menekankan meningkatnya kasus gangguan jantung pada kelompok usia produktif, termasuk individu yang rutin berolahraga. Ia memberi perhatian pada faktor risiko tersembunyi seperti stres, konsumsi gula berlebih, kadar kolesterol tinggi, serta pola hidup yang tidak seimbang.
Menurut pemaparannya, aktivitas fisik tetap membawa manfaat besar, namun perlu disertai deteksi dini dan kewaspadaan terhadap gejala awal gangguan jantung.
Sebagai institusi kesehatan yang berfokus pada layanan kardiovaskular, Siloam Heart Hospital menyiapkan berbagai fasilitas selama turnamen. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), skrining kolesterol, hingga pendampingan tim medis profesional.
Sebagai Official Medical Partner The Luxe Cup 2025, rumah sakit juga menempatkan ambulans, dokter, perawat, obat-obatan dasar, serta physiotherapist untuk menangani cedera ringan maupun kebutuhan penilaian kondisi fisik peserta.
Kehadiran tenaga medis di lapangan menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang aman dan nyaman, sekaligus mendorong pentingnya menjaga kesehatan jantung sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Partisipasi Siloam Heart Hospital dalam The Luxe Cup 2025 juga mencerminkan upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan komunitas. Dengan terlibat langsung dalam aktivitas olahraga yang sedang berkembang pesat, informasi mengenai pencegahan gangguan jantung, kewaspadaan terhadap tanda bahaya, serta perlunya penanganan cepat dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada publik. (ret/hdl)



