Semarang (pilar.id) – Universitas Diponegoro (Undip) melalui tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) telah mengerahkan relawan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kehadiran tim ini difokuskan pada dukungan kesehatan, pendampingan psikososial, serta penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat yang masih berada dalam situasi darurat.
Di bidang kesehatan, tim D-DART memberikan layanan medis di wilayah kerja Puskesmas Matur setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Sementara itu, pendampingan psikososial dilakukan di Kecamatan Tanjung Raya, khususnya di Jorong Bancah, dengan sasaran utama kelompok anak. Kegiatan berupa edukasi perlindungan diri, terapi warna, hingga aktivitas seni menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri anak-anak pascabencana.
Selain itu, tim juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Nagari Sungai Batang, terutama Jorong Kukuban yang berada di kawasan perbukitan. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti beras, perlengkapan kebersihan, makanan ringan, kebutuhan perempuan, popok bayi, hingga pakaian dalam. Akses menuju lokasi yang sulit dan minim penerangan tidak menghentikan komitmen relawan untuk memastikan tiap paket bantuan tersampaikan dengan aman.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap pengiriman tim kemanusiaan ini. Ia menyampaikan rasa duka atas bencana yang menimpa Sumatera Barat dan menegaskan bahwa Undip akan terus mengirim tim hingga akhir Desember, atau selama bantuan masih dibutuhkan.
Upaya ini diperkuat oleh koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di bawah Wakil Rektor IV, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., yang menyiapkan dukungan tambahan berupa teknologi pengolahan air portable, intervensi gizi bagi kelompok rentan, serta penguatan posko kesehatan.
Selain membantu masyarakat di lokasi bencana, Undip juga memastikan dukungan diberikan kepada mahasiswa asal daerah terdampak yang kini berada di Semarang.
Ketua Tim D-DART, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa respon fase kedua yang sedang berjalan berfokus pada bantuan medis, pendampingan psikologis, serta distribusi logistik terkait kebersihan.
Ia menekankan pentingnya asesmen yang akurat dan koordinasi multisektor, baik dengan relawan lokal, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, maupun wali nagari, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Gerak cepat D-DART Undip menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam pemulihan pascabencana. Undip berkomitmen mendukung pemerintah dan masyarakat melalui langkah kemanusiaan yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata. (usm/hdl)










