Madrid (pilar.id) – Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, kembali melontarkan kritik terhadap sistem perwasitan di Spanyol dengan menyinggung dugaan kurangnya netralitas. Ia juga mengaitkan situasi tersebut dengan kasus “Negreira” yang hingga kini masih bergulir dan menyeret Barcelona.
Komentar Arbeloa muncul saat dirinya dimintai tanggapan mengenai perbedaan signifikan dalam jumlah kartu merah yang diterima Barcelona di kompetisi domestik dibandingkan di level Eropa dalam beberapa musim terakhir. Situasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah sejumlah keputusan kontroversial terjadi dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Alih-alih memberikan penilaian teknis terhadap keputusan wasit terbaru, Arbeloa memilih menegaskan bahwa pandangannya tidak berubah terkait kondisi yang ia nilai telah berlangsung lama dalam sepak bola Spanyol. Ia mengindikasikan adanya pola keputusan yang konsisten terjadi dari pekan ke pekan.
Sorotan juga diarahkan pada insiden di kompetisi domestik sebelumnya, termasuk keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada pemain Barcelona, Gerard Martin, dalam pertandingan akhir pekan lalu. Komite Wasit Spanyol (CTA) kemudian mengakui bahwa keputusan tersebut seharusnya berujung kartu merah, yang semakin memperkuat perdebatan publik.
Arbeloa turut menyinggung penggunaan teknologi VAR yang awalnya diharapkan mampu meningkatkan keadilan dalam pertandingan. Namun menurutnya, implementasi VAR masih menimbulkan inkonsistensi, terlihat dari perbedaan keputusan dalam situasi serupa, termasuk pelanggaran terhadap Kylian Mbappe yang dinilai layak mendapat hukuman lebih berat.
Pernyataan Arbeloa kembali mengarah pada kasus Negreira, yang ia sebut sebagai salah satu isu terbesar dalam sepak bola Spanyol. Kasus ini mencuat setelah penyelidikan mengungkap adanya aliran dana dalam jumlah besar selama bertahun-tahun kepada mantan pejabat Komite Wasit.
Di sisi lain, Barcelona secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk merusak reputasi klub. Hingga kini, proses hukum masih berlangsung dan belum menghasilkan putusan final.
Kontroversi ini terus menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan luas mengenai transparansi serta integritas kompetisi di Spanyol. Kritik dari tokoh sepak bola seperti Arbeloa dinilai semakin menambah tekanan terhadap otoritas terkait untuk memberikan kejelasan dan menjaga kepercayaan terhadap sistem perwasitan. (mad/hdl)










