Jakarta (pilar.id) – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan nilai aset, investasi emas kembali menunjukkan daya tariknya. Tren tersebut tercermin dari pertumbuhan signifikan bisnis cicil emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang terus mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026.
Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp16,93 triliun. Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang dinilai relatif aman dan mampu menjaga nilai aset di tengah tekanan inflasi.
Peningkatan permintaan juga mencerminkan semakin luasnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi investasi, termasuk pemanfaatan instrumen berbasis syariah yang menawarkan kemudahan akses dan kepastian kepemilikan aset.
Investasi Emas Syariah Diminati dari Gen Z hingga Baby Boomers
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat karena karakteristiknya yang stabil dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Menurut Anton, tren positif tersebut tidak hanya berasal dari kelompok investor senior, tetapi juga dari generasi muda yang mulai menjadikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka. Nasabah cicil emas BSI saat ini berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari Generasi Z, milenial, hingga baby boomers.
Minat tersebut didorong oleh sejumlah faktor, antara lain fleksibilitas tenor pembiayaan, besaran angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah, serta tersedianya produk logam mulia dari ANTAM dan BSI Gold yang telah dikenal luas di pasar.
Selain sebagai instrumen investasi, emas juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan keuangan jangka panjang seperti biaya pendidikan, persiapan ibadah haji, dana pernikahan, hingga perencanaan keuangan keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BSI menyediakan pilihan gramasi emas yang beragam mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Kolaborasi dengan ANTAM
Sejalan dengan statusnya sebagai Bank Bulion, BSI terus memperkuat ekosistem bisnis emas nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Kolaborasi tersebut mencakup penguatan pasokan emas, distribusi produk logam mulia, hingga pengembangan layanan berbasis digital.
Kerja sama yang telah terjalin lebih dari satu dekade itu kini diperluas untuk mendukung pengembangan ekosistem emas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong monetisasi emas sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi nasional.
Data BSI menunjukkan bahwa sepanjang 2025 perseroan menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Sementara terhadap total penjualan emas ANTAM secara keseluruhan, kontribusi penyerapan BSI mencapai sekitar 11 persen.
Melalui kerja sama terbaru, kedua perusahaan sepakat meningkatkan sinergi dalam perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui kanal digital, memperkuat jaringan distribusi ritel, serta memperluas program pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.
Emas Tetap Menjadi Pilihan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Meningkatnya pertumbuhan bisnis cicil emas BSI menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi salah satu instrumen investasi yang dipercaya masyarakat Indonesia. Selain menawarkan perlindungan terhadap inflasi, emas juga dinilai memiliki likuiditas tinggi dan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah instrumen investasi lainnya.
Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, layanan digital yang terus berkembang, serta kolaborasi strategis dengan ANTAM, BSI optimistis bisnis emas akan terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin membangun keamanan finansial melalui investasi syariah.
Tren ini sekaligus mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai yang tetap relevan di tengah perubahan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan instrumen investasi yang aman, mudah diakses, dan berkelanjutan. (ret/hdl)










