Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • GAPKI Pastikan Pasokan CPO Aman untuk B50, Produksi Sawit Nasional Dinilai Mampu Penuhi Kebutuhan
  • Bank Muamalat Raih Predikat Bank Syariah Terbaik dalam Pengalaman Nasabah Versi BankCX Tracker 2026
  • 19 Tahun PHE, Kontribusi Produksi Migas Nasional Capai 65 Persen dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  • Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Baru untuk Pasien Kebocoran Katup Jantung
  • Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Bisnis»64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

Bisnis Retno Wulandari29 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

Jakarta (pilar.id) – Sebagian besar pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik dinilai masih belum siap menghadapi perubahan regulasi impor Amerika Serikat yang akan mulai berlaku pada Juli 2026. Kondisi ini terungkap dari survei yang dilakukan Federal Express Corporation (FedEx), yang menunjukkan bahwa 64 persen eksportir produk konsumen ke Amerika Serikat belum memiliki kesiapan operasional untuk memenuhi kewajiban pelaporan elektronik atau electronic filing (e-filing) yang diwajibkan pemerintah AS.

Aturan baru tersebut diterapkan oleh U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC) dan akan mulai berlaku pada 8 Juli 2026. Melalui kebijakan ini, seluruh importir di Amerika Serikat yang memasukkan produk dalam cakupan regulasi CPSC diwajibkan menyampaikan data kepatuhan produk secara elektronik saat proses impor berlangsung.

Bagi eksportir di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, kebijakan tersebut menuntut kesiapan dokumentasi yang lebih matang. Seluruh informasi terkait keamanan dan kepatuhan produk harus tersedia sebelum barang dikirim ke pasar Amerika Serikat. Kegagalan memenuhi persyaratan tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan proses kepabeanan, sanksi administratif, hingga penolakan masuknya barang ke wilayah AS.

Kesiapan Pelaku Usaha Masih Rendah

Hasil survei yang dilakukan FedEx setelah pelaksanaan webinar di 12 negara dan wilayah Asia Pasifik menunjukkan masih besarnya tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Dari lebih dari 500 responden yang mewakili berbagai sektor industri, sebanyak 64 persen mengaku belum siap menghadapi implementasi aturan baru tersebut.

Sebanyak 28 persen responden menyatakan telah memahami ketentuan yang berlaku namun belum mengambil langkah konkret untuk memenuhinya. Sementara itu, 18 persen lainnya memperkirakan regulasi baru akan menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas pengiriman mereka ke Amerika Serikat.

Baca Juga  Wali Kota Eri Cahyadi Pimpin Patroli Gabungan, Pastikan Surabaya Aman dan Kondusif

Di sisi lain, hanya 36 persen responden yang mengaku telah memiliki tingkat kesiapan tertentu, dan hanya 15 persen yang menyatakan benar-benar siap secara operasional menghadapi penerapan kewajiban e-filing.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan dalam menyiapkan data keselamatan produk, sertifikasi kepatuhan, hingga dokumentasi elektronik yang diwajibkan regulator AS.

Tantangan Terbesar Ada pada Kepastian Regulasi dan Digitalisasi

Survei juga mengungkap bahwa tantangan utama yang dihadapi eksportir bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga pemahaman terhadap cakupan produk yang diatur oleh CPSC. Sebanyak 32 persen responden menyebut kejelasan mengenai kategori produk yang masuk dalam regulasi sebagai kebutuhan paling mendesak.

Selain itu, 23 persen pelaku usaha membutuhkan solusi digital untuk memvalidasi data sebelum diajukan kepada otoritas AS. Sementara 19 persen lainnya mengharapkan panduan yang lebih sederhana terkait proses registrasi, ruang lingkup regulasi, dan kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi.

Kebutuhan terhadap sistem kepatuhan yang lebih praktis juga semakin tinggi. Sebanyak 31 persen responden menginginkan sumber informasi terpusat yang menyediakan pembaruan regulasi secara cepat dan akurat. Adapun 27 persen mengharapkan solusi alur kerja terintegrasi yang dapat menyederhanakan proses dokumentasi dan kepatuhan.

Menurut President Asia Pacific FedEx, Salil Chari, perubahan regulasi berskala besar kerap menambah kompleksitas bagi perusahaan yang menjalankan perdagangan lintas negara. Karena itu, perusahaan logistik memiliki peran penting dalam membantu pelanggan memahami dan memenuhi kewajiban baru tanpa mengganggu kelancaran bisnis.

FedEx Perkuat Solusi Kepatuhan untuk Eksportir

Untuk membantu pelaku usaha menghadapi transisi regulasi tersebut, FedEx telah mengembangkan berbagai solusi digital yang terintegrasi dengan sistem pengiriman perusahaan. Fitur kepatuhan CPSC e-filing kini tersedia melalui sejumlah platform pengiriman digital milik FedEx, termasuk FedEx Ship Manager dan FedEx API.

Baca Juga  OYO Catat Pertumbuhan Pelanggan Korporat 117 persen Year on Year di Paruh Pertama 2023

Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat menyampaikan data Certificate of Compliance sebagai bagian dari proses pengiriman yang sudah berjalan. Solusi ini mendukung dua metode pelaporan yang diizinkan regulator AS, yakni penyampaian data lengkap melalui CPSC PGA Message Set maupun penggunaan referensi singkat bagi produk yang telah terdaftar dalam CPSC Product Registry.

Selain teknologi digital, FedEx juga menyediakan pendampingan langsung bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan dalam mengidentifikasi produk yang masuk dalam regulasi, menyiapkan dokumen kepatuhan, hingga memahami proses registrasi yang diperlukan.

Langkah ini menjadi penting mengingat proses pendaftaran ke CPSC Product Registry dapat memakan waktu hingga enam bulan, sementara aturan baru mulai diterapkan dalam hitungan hari.

Sebelumnya, FedEx telah menyelenggarakan webinar edukasi di 12 pasar Asia Pasifik yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, mulai dari pelaku usaha kecil dan menengah hingga perusahaan multinasional. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai perubahan regulasi serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga kelancaran ekspor ke Amerika Serikat.

Dengan semakin ketatnya standar kepatuhan perdagangan internasional, kesiapan dokumentasi digital dan pemahaman regulasi menjadi faktor krusial bagi eksportir Indonesia dan Asia Pasifik untuk mempertahankan akses ke salah satu pasar ekspor terbesar di dunia. Dukungan teknologi, edukasi, dan pendampingan kepatuhan diperkirakan akan menjadi kebutuhan utama pelaku usaha dalam menghadapi era baru perdagangan global yang semakin terdigitalisasi. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
FedEx headline

Berita Lainnya

Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Stimulus Ekonomi 2026: Bea Masuk LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat Resmi Jadi 0 Persen

22 Juni 2026
Meilinda Istiqomah

Alumnus UNAIR Cetak Wirausahawan Muda Perikanan Lewat Kelompok Usaha Siswa di Pamekasan

21 Juni 2026
Lulusan Teknik Biomedis UNAIR asal Yaman, Muaadh Omar Mohammed Hadi, berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan di negaranya usai meraih IPK 3,63.

Lulus Teknik Biomedis UNAIR dengan IPK 3,63, Mahasiswa Asal Yaman Siap Majukan Layanan Kesehatan Negaranya

20 Juni 2026
Arumi Bachsin

Arumi Bachsin Dorong Batik Jawa Timur Mendunia Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

20 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Berita Lainnya
Hasil perkebunan sawit (foto: istimewa)

GAPKI Pastikan Pasokan CPO Aman untuk B50, Produksi Sawit Nasional Dinilai Mampu Penuhi Kebutuhan

29 Juni 2026
Bank Muamalat meraih penghargaan The Best Bank in Customer Experience 2026 dengan skor tertinggi di kategori bank umum syariah.

Bank Muamalat Raih Predikat Bank Syariah Terbaik dalam Pengalaman Nasabah Versi BankCX Tracker 2026

29 Juni 2026
PHE memperingati 19 tahun dengan kontribusi 65% produksi minyak nasional dan strategi penguatan ketahanan energi melalui eksplorasi serta inovasi.

19 Tahun PHE, Kontribusi Produksi Migas Nasional Capai 65 Persen dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

29 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.