Ubud (pilar.id) – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) resmi merilis daftar pencerita, penulis, dan pemikir internasional serta domestik kloter pertama yang akan memeriahkan pergelaran tahun ini. Festival sastra dan budaya tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026 di Ubud, Bali.
Memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-23, festival ini mengusung tema utama Samarasā: Awareness. Empathy. Action..
Melalui tema tersebut, UWRF 2026 berkomitmen menjadi wadah krusial bagi dialog lintas budaya sekaligus memperkuat gaung suara-suara berani dari para seniman, penulis, serta aktivis global. Pihak panitia juga telah membuka penjualan tiket kategori Early Bird hingga 18 Agustus 2026 untuk akses penuh ke lebih dari 100 sesi diskusi.
Kehadiran Para Penulis Nominasi Booker Prize di Bali
Daftar pembicara utama (headline) festival tahun ini diramaikan oleh deretan sastrawan dunia yang telah diakui oleh penghargaan bergengsi Booker Prize. Salah satunya adalah pemenang Booker Prize, Kiran Desai, yang akan mengupas karya epik terbarunya berjudul The Loneliness of Sonia and Sunny. Karya ini menyoroti narasi mendalam seputar isu migrasi global dan pencarian identitas.
Selain Desai, penulis asal Malaysia Tash Aw, yang pernah masuk dalam daftar panjang (longlist) Booker Prize, dipastikan hadir membawa memoar bertajuk The South. Buku tersebut merangkum kisah personalnya tentang fase perubahan hidup saat menghabiskan masa remaja di lahan pertanian keluarganya yang terbengkalai.
Melengkapi deretan tersebut, finalis Booker Prize Katie Kitamura juga akan mempersembahkan novel psikologis teranyarnya yang menegangkan berjudul Audition. Karya Kitamura kali ini menelaah secara kritis kepalsuan di balik topeng performa yang kerap ditampilkan manusia modern kepada orang lain.
Prabal Gurung Bawa Memoar Debut Mode ke Panggung Sastra
UWRF 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para novelis, melainkan juga bagi figur kreatif lintas disiplin. Desainer naik daun keturunan Nepal-Amerika yang berbasis di New York, Prabal Gurung, dikonfirmasi akan turut bergabung dalam festival tahun ini.
Sosok perancang busana yang rancangannya pernah dikenakan oleh mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama serta Duchess of Cambridge ini akan membagikan visi kreatifnya. Gurung bakal membedah memoar debutnya yang berjudul Walk Like a Girl. Buku tersebut menceritakan realitas dan tantangan pahit yang harus dihadapi untuk bertahan sebagai seorang desainer independen di industri mode global saat ini.
Suara Kritis Randa Abdel-Fattah dan Isu Pembatalan Kreatif
Sorotan tajam festival kali ini juga mengarah pada kehadiran perdana Randa Abdel-Fattah, penulis peraih penghargaan Victorian Premier’s People’s Choice Award. Ia akan memaparkan materi dari buku terbarunya berjudul Discipline, yang secara berani mengeksplorasi hak kepemilikan sebuah cerita serta dominasi suara dalam ruang publik.
Nama Abdel-Fattah sempat menjadi pusat perdebatan internasional setelah keputusan kontroversial panitia yang membatalkan undangannya secara sepihak dari ajang Adelaide Writers’ Week pada awal tahun 2026.
Insiden pembatalan tersebut memicu gelombang solidaritas global yang masif, di mana lebih dari 180 penulis memilih mundur massal hingga berujung pada pembatalan total festival tersebut. Kehadirannya di Ubud diharapkan membuka ruang diskusi yang dinamis mengenai kebebasan berpendapat bagi para pelaku industri kreatif dunia. (usm/hdl)



