Jakarta (pilar.id) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi mengumumkan pengalihan portofolio kredit pensiun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia). Langkah korporasi ini mencakup pengambilalihan pengelolaan Pinjaman Pensiun dan Manfaat Pensiun yang efektif berlaku per 29 Juni 2026.
Kolaborasi kedua institusi finansial ini dirancang untuk menghadirkan layanan perbankan yang berkelanjutan dengan tetap mengutamakan standar tata kelola perusahaan yang ketat. Proses transisi dipastikan berjalan lancar agar kualitas pelayanan bagi para nasabah pensiun tidak mengalami gangguan sepanjang periode pengalihan.
Perluasan Ekosistem Layanan Sepanjang Siklus Hidup Nasabah
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan realisasi dari strategi besar emiten berkode saham BBTN tersebut. Perusahaan berkomitmen untuk hadir mendampingi masyarakat Indonesia, tidak hanya pada fase produktif saat mencari tempat tinggal, melainkan hingga masa purnabakti.
Nixon menegaskan bahwa langkah ini bukan menandakan BTN keluar atau mengurangi porsi bisnis utamanya di sektor perumahan. Sebaliknya, ekspansi ke sektor kredit pensiun merupakan bagian dari transformasi Beyond Mortgage guna melengkapi ekosistem layanan perbankan secara menyeluruh.
Melalui skema ini, hubungan BTN dengan nasabah akan terus berlanjut guna menciptakan nilai tambah jangka panjang. Bagi para pensiunan yang belum memiliki hunian pribadi, BTN juga tetap memposisikan diri sebagai mitra utama untuk memfasilitasi pembiayaan kepemilikan rumah.
Jaminan Hak Nasabah dan Transisi Layanan yang Pruden
Terkait aspek teknis pasca-transaksi, manajemen BTN memastikan seluruh proses pemindahan data berjalan dengan prinsip kehati-hatian (prudence) dan tingkat kepatuhan hukum yang tinggi. Kenyamanan dan perlindungan hak nasabah diposisikan sebagai prioritas utama selama masa transisi.
Nixon menjamin tidak akan ada perubahan pada hak-hak yang dimiliki nasabah terdampak, termasuk klausul manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman berjalan. Sebagai bentuk transparansi, BTN segera mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) beserta panduan lengkap mengenai pengalihan pengelolaan fasilitas kredit ini ke domisili nasabah.
Meskipun pengelolaan portofolio pinjaman berpindah ke BTN, pembayaran manfaat pensiun bulanan untuk sementara waktu akan tetap dikelola oleh pihak SMBC Indonesia hingga pengumuman lebih lanjut. Oleh karena itu, para nasabah diimbau tetap melakukan proses autentikasi berkala sesuai regulasi normatif yang berlaku agar pencairan dana tidak terhambat.
Refokus Strategi Bisnis Baru SMBC Indonesia
Di sisi lain, Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menyatakan bahwa pelepasan portofolio ini merupakan keputusan strategis untuk mengoptimalkan keunggulan kompetitif perusahaan. Langkah ini memungkinkan SMBC Indonesia untuk merealokasi sumber daya dan modalnya ke sektor-sektor pertumbuhan baru.
Henoch memaparkan bahwa ke depan, SMBC Indonesia akan meningkatkan fokus investasi pada pengembangan layanan digital dan konvensional bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta sektor korporasi skala besar.
Dengan dukungan penuh dari Grup SMBC, korporasi bakal mengoptimalkan kinerja lini bisnisnya lewat platform Jenius, BTPN Syariah, serta Grup OTO untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi. Bagi nasabah yang membutuhkan pusat informasi komprehensif selama masa transisi, SMBC Indonesia membuka layanan aduan melalui Contact Center SMBCI Care di nomor 1500 365 maupun kunjungan ke kantor cabang terdekat. (ret/hdl)




