Samarinda (pilar.id) – Guru senang mengajar dan siswa senang belajar. Itulah yang ingin dicapai dari program Gerakan Sekolah Menyenangkan. Gerakan ini sedang dikampanyekan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan mereka.
Program ini merupakan langkah untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kekerasan dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi.
Lebih lanjut, Anwar di Samarinda, Kamis (3/3/2022) menjelaskan gerakan sekolah menyenangkan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang baik di lingkungan sekolah.
“Sehingga antara guru dan siswa maupun guru dengan orang tua siswa merasa senang menjalani proses belajar mengajar,” katanya dalam keterangan yang diterima wartawan.
Melalui gerakan ini, lanjutnya, tumbuh rasa saling berbagi dan hormat menghormati antara guru, murid dan orang tua di lingkungan sekolah. Selain itu, terjalin saling memotivasi untuk sama-sama belajar dan meraih kesuksesan.
Artinya, menurut Anwar Sanusi, selama menjalani pendidikan atau proses belajar mengajar tidak ada kekerasan yang dilakukan guru maupun murid dan orang tua.
“Dengan gerakan sekolah menyenangkan ini, maka tidak ada lagi tindakan kekerasan di sekolah, termasuk tawuran antarpelajar. Bahkan, program ini memacu para murid fokus belajar, belajar dan belajar,” katanya.
Prinsipnya, ujar dia, guru juga bisa membangun pembelajaran di sekolah dengan menyenangkan, tidak mudah emosi, tetap sabar dan mengendalikan diri serta tersenyum.
“Kami berharap melalui program ini para murid lebih nyaman dalam belajar, bisa menyerap pelajaran dengan baik, dan tentunya suasana di sekolah juga lebih menyenangkan,” kata Anwar Sanusi. (lin/fat/antara)

