Sukabumi (pilar.id) – Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang besar pada pendidikan. Termasuk di tingkat pendidikan dasar. Sehingga, membuat pendidik untuk terus bisa bereksperimen dan menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan potensi peserta didik.
Bahkan, cara dan metode yang dibutuhkan untuk bisa membuat anak-anak didik menguasi pengetahuan dan kemampuan dasar pun harus berbeda. Sebab, pola komunikasi dan kebiasaan pesereta didik yang sudah terpengaruh dengan teknologi sekarang sudah berbeda.
Metode pengajaran yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didik inilah yang coba dirumuskan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi berkolaborasi dengan dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Mereka mengembangkan penelitian model rencana sekaligus asesmen pembelajaran konstruktif berbasis proyek untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa SD melalui peningkatan keterampilan literasi.
“Kami melakukan riset di Provinsi Banten dan Jawa Barat yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 untuk pengembangan keterampilan literasi peserta didik,” kata Dosen PGSD UMMI Astri Sutisnawati di Sukabumi, Senin (7/3/2022).
Menurut Astri, pelaksanaan riset ini mendapatkan dukungan melalui hibah Program Riset Keilmuan 2021 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Adapun tujuan utama dari riset ini agar peserta didik mampu membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian dalam pekerjaan, keluarga, serta masyarakat. Pasalnya, literasi menjadi salah satu unsur penting dalam kemajuan sebuah negara dalam menjalani kehidupan padai era globalisasi seperti sekarang ini.
Dikemukakan pula bahwa kemajuan teknologi yang begitu cepat dibutuhkan solusi untuk tingkatkan nilai Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia, khususnya untuk pelajar tingkat SD yang menjadi partisipan riset.
Maka dari itu, model rencana dan asesmen ini dapat untuk mengembangkan keterampilan literasi pelajar daripada menggunakan model rencana pembelajaran nonkonstruktif dan model asesmen konvensional biasa.
Ia menyebutkan lokasi yang menjadi mitra riset adalah MI Al-Itishaam Pamulang, Tangerang Selatan, Banten dan SDN Margawangi Kabupaten Sukabumi, Jabar.
Sementara itu, guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margawangi Putri Selviana mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mulai beradaptasi dan menerapkan pembelajaran konstruktif berbasis proyek di sekolah tersebut.
Hal ini, menurut dia, untuk mempersiapkan para pelajarnya agar mampu bersaing dan meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa melalui pengembangan keterampilan literasi peserta didik seperti metode critical engagement.
Para siswa dituntut untuk berpartisipasi aktif dan berpikir kritis, seperti halnya ada tahapan kelas demokratis, negosiasi nilai, fase dialog perkuatan antarkelas, membuat kelompok kecil, serta belajar memecahkan permasalahan dari kasus pembelajaran.
“Melalui penerapan model seperti ini para siswa terlihat sangat senang, aktif, dan bisa mengembangkan kemampuannya masing-masing dalam pembelajarannya,” kata dia. (fat/antara)

