Rennes (www.pilar.id/) – Ligue 1 musim 2025/26 resmi dimulai pada Sabtu (16/8) pukul 01.45 WIB, dengan laga panas antara Rennes dan Marseille di Roazhon Park.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar pembuka kompetisi, tetapi juga menjadi ujian awal bagi ambisi kedua tim di musim baru.
Rennes: Misi Bangkit di Musim Penuh Habib Beye
Rennes datang ke musim ini dengan tekad memperbaiki catatan buruk dalam dua musim terakhir, di mana mereka gagal menembus enam besar dan bahkan sempat terancam degradasi.
Musim lalu menjadi yang terburuk dalam satu dekade, dengan posisi akhir di peringkat ke-12.
Pergantian pelatih ke Jorge Sampaoli di awal musim lalu terbukti menjadi langkah yang keliru. Situasi baru membaik setelah klub menunjuk Habib Beye di pertengahan musim, ditambah belanja besar-besaran pada bursa transfer Januari.
Dalam 15 laga terakhir, Beye sukses membawa Rennes meraih delapan kemenangan—sebuah catatan yang, jika terjadi sejak awal musim, bisa membawa mereka bersaing di zona Eropa.
Namun, pramusim kali ini tidak berjalan mulus. Dari enam laga uji coba, Rennes hanya sekali meraih kemenangan. Lebih buruk lagi, mereka harus menghadapi Marseille yang secara statistik unggul dalam lima pertemuan terakhir, termasuk dua kemenangan musim lalu.
Marseille: De Zerbi Targetkan Awal Gemilang
Di sisi lain, Marseille memulai musim dengan kepercayaan diri tinggi. Musim lalu, pelatih Roberto De Zerbi sukses membawa timnya finis di posisi kedua, sekaligus kembali ke Liga Champions setelah absen satu musim.
Capaian ini terasa istimewa mengingat Marseille musim sebelumnya hanya finis di urutan kedelapan.
Meski realistis mengakui sulit mengejar Paris Saint-Germain—yang musim lalu mencatatkan selisih 19 poin—De Zerbi menilai fondasi timnya kini lebih kuat.
Pramusim yang positif, termasuk kemenangan 3-1 atas Aston Villa pekan lalu, menjadi modal berharga untuk mempertahankan rekor kemenangan di laga pembuka Ligue 1 yang telah bertahan lima musim beruntun.
Kekuatan dan Pemain Baru
Rennes mendapat tambahan tenaga segar dari rekrutan anyar seperti Quentin Merlin dan Valentin Rongier, yang berpotensi langsung debut melawan mantan klubnya.
Bek sayap Przemyslaw Frankowski juga dipinjam dari Galatasaray. Namun, absennya Lilian Brassier dan keraguan soal kondisi bintang baru Igor Paixao bisa memengaruhi kekuatan mereka.
Sementara itu, Marseille mendatangkan dua nama besar: Pierre-Emerick Aubameyang, yang kembali dari Liga Arab Saudi, serta Mason Greenwood—pencetak gol terbanyak bersama Ligue 1 musim lalu.
Facundo Medina dan Timothy Weah juga siap menjalani debut, memberi De Zerbi banyak opsi di lini serang dan pertahanan.
Prediksi Pertandingan
Statistik menunjukkan Marseille unggul dalam produktivitas gol, mencetak 74 gol hanya dalam 34 laga musim lalu. Dengan komposisi yang lebih tajam, peluang mencetak gol di laga pembuka ini terbuka lebar. Sementara Rennes kemungkinan masih butuh waktu untuk menemukan konsistensi.
Perkiraan Susunan Pemain
Rennes (3-4-2-1)
Samba; Faye, Jacquet, Rouault; Frankowski, Fofana, Cisse, Rongier, Merlin; Tamari, Meite.
Marseille (4-3-3)
Rulli; Murillo, Medina, Balerdi, Garcia; Hojbjerg, Rabiot, Gomes; Greenwood, Aubameyang, Gouiri.
Summary Points
- Rennes memulai musim penuh pertama di bawah pelatih Habib Beye setelah finis ke-12 musim lalu.
- Marseille kembali ke Liga Champions berkat finis di posisi kedua pada musim debut Roberto De Zerbi.
- Rennes hanya menang sekali di pramusim, sementara Marseille mengalahkan Aston Villa 3-1 di laga uji coba terakhir.
- Aubameyang dan Greenwood menjadi ancaman utama di lini depan Marseille.
- Prediksi skor akhir: Rennes 1-3 Marseille.
(mad/hdl)









