Tulungagung (pilar.id) – Kabupaten Tulungagung memiliki objek wisata sekaligus koleksi bersejarah yang cukup momumental yang tersimpan di Museum Wajakensis.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berusaha untuk terus meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat pada benda-benda bersejarah dan cagar budaya.
Salah satu langkah yang coba dilakukan adalah dengan jemput bola. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, memperkenalkan koleksi Museum Wajakensis ke para siswa melalui program Museum Goes to School.
“Ini merupakan memang program khusus yang didanai dengan anggaran DAK (dana alokasi khusus) untuk menyosialisasikan museum serta benda kepurbakalaan lainnya dengan sasaran siswa sekolah,” terang Pamong Budaya Bidang Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Winarto di Tulungagung, Rabu (15/6/2022).
Ada tiga sekolah yang menjadi sasaran program “Museum Goes to School” tahun ini, yakni SMPN 1 Pucanglaban, SMPN 1 Tanggungunung serta SMPN 1 Sendang.
Dalam kegiatan itu Disbudpar Tulungagung menghadirkan narasumber dari Museum Wajakensis serta Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung.
Tak hanya memberikan materi, berikut ilustrasi tentang aneka benda cagar budaya dalam bentuk slide gambar di sebuah layar proyektor, tim itu juga membawa sejumlah benda cagar budaya koleksi Museum Wajakensis.
Koleksi museum itu, di antaranya Arca Nandi, Arca Agastya, Arca Garudeya, Arca Budha dan replika fosil tengkorak manusia purba Homo Wajakensis.
“Kami membawa arca yang berukuran kecil sehingga tidak risiko saat mengangkutnya,” katanya.
Program ini, ujar dia, merupakan salah satu upaya sosialisasi museum kepada siswa. Mereka selama ini banyak yang belum pernah mengunjungi museum dan tidak tahu ragam koleksi benda bersejarah di dalamnya.
Melalui program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa tentang benda bersejarah, katanya.
Selain mendatangkan koleksi museum ke sekolah, mereka juga akan mengundang sejumlah siswa untuk datang dan belajar langsung ke museum. “Kami akan mengundang siswa dari beberapa sekolah untuk belajar bersama-sama di museum,” tuturnya. (fat)



