Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Meta Luncurkan Small Business Growth Academy, Bekali UMKM Indonesia Keterampilan Praktis AI
  • Sinergi Hulu Migas: Danantara Tinjau Lapangan SPS Pertamina Hulu Mahakam Guna Ketahanan Energi
  • Menaker Yassierli: AI Mengubah Cara Kerja, SDM Unggul dan Keterampilan Jadi Kunci Utama
  • ANTAM dan Bank Muamalat Sinergi Perkuat Ekosistem Emas Syariah Nasional
  • Kementerian PU Perkuat Mitigasi El Nino 2026 di Jawa Barat, Siagakan 290 Personel dan Infrastruktur Air
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Hidupkan Kisah Pelukis Emiria Soenassa Melaui Monolog Yang Tertinggal di Jakarta

Hidupkan Kisah Pelukis Emiria Soenassa Melaui Monolog Yang Tertinggal di Jakarta

Budaya M. Fathur Rohman2 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Monolog "Di Tepi Sejarah" hidupkan lagi kisah pelukis Emiria Soenassa. (Foto: Antara)

Jakarta (pilar.id) – Melalui sebuah pagelaran monolog Yang Tertinggal Di Jakarta, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek ingin menghadirkan kembali kisah dari pelukis Emiria Soenassa.

Gelaran ini, terlaksana berkat kerja sama dengan Titimangsa dan KawanKawan Media. Monolog berjudul Yang Tertinggal di Jakarta ini, merupakan serial kelima dari pertunjukan monolog Di Tepi Sejarah yang berlangsung pada 2-3 Juli 2022, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pentas seri monolog musim kedua berjudul Yang Tertinggal di Jakarta tersebut ditulis oleh Felix K. Nesi dan disutradarai oleh Sri Qadariatin. Sedangkan Emiria Soenassa, merupakan pelukis perempuan pertama di Indonesia yang hidup di tahun 1895-1964.

Sosok tersebut digambarkan sebagai seorang pemikir revolusioner dan disebut kedudukannya sejajar dengan Chairil Anwar dan Kartini. Tak banyak yang tahu pasti tentang kehidupannya dan kerap menghilang dalam beberapa tahun hidupnya.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi Titimangsa untuk mengangkat sosok Emiria dalam salah satu episode pertunjukkan Di Tepi Sejarah.

“Dia bukan hanya sebagai seorang perupa perempuan pertama dan dia juga seorang aktivis revolusioner. Dan juga program Di Tepi Sejarah ini kita butuh suara-suara perempuan, ” ucap Produser Titimangsa Foundation, Happy Salma.

Sosok Emiria dalam pementasan ini diperankan oleh aktris yang juga penyanyi jazz Indonesia Dira Sugandi. Happy merasa penyanyi tersebut bisa merepresentasikan seorang Emiria dengan sangat baik.

“Pilihan saya tidak sia-sia. Akhirnya saya melamar dia untuk memainkan Emiria, karena tokoh itu adalah dari Tidore Indonesia Timur dan dia punya gaya yang menyerupai. Dan dia punya vokal yang kuat dan kedisiplinan yang luar biasa” ucapnya bangga.

Happy Salma mengatakan rangkaian seri monolog Di Tepi Sejarah bukan mutlak menceritakan sejarah tapi interpretasi tentang tokoh-tokoh tersebut yang dimonologkan dengan aktor yang mumpuni.

Ia juga mengatakan pementasan ini sebagai ruang untuk melawan hoax.

“Ruang cerita seperti ini bisa memantik diskusi dan keingintahuan sampai akhirnya kita punya pandangan-pandangan tersendiri, ” ucapnya.

Selain sosok Emiria Soenassa, seri monolog musim kedua ini juga akan mengangkat tokoh lainnya seperti Sjafruddin Prawiranegara, Kassian Chepas, Gombloh dan Ismail Marzuki. Pemilihan tokoh ini diharapkan dapat memberikan lain dalam memaknai nasionalisme, khususnya bagi generasi muda.

Pentas ini akan direkam dan ditayangkan secara daring di saluran Kemendikbudristek RI, yaitu kanal Youtube “Budaya Saya” dan di saluran televisi “Indonesiana TV”.

Di Tepi Sejarah merupakan sebuah seri monolog yang menceritakan tentang tokoh-tokoh yang mungkin tak pernah disebut namanya dalam narasi besar sejarah bangsa Indonesia.

Sebelumnya, seri monolog Di Tepi Sejarah telah sukses diselenggarakan pada tahun 2021, dengan mengangkat empat judul monolog yaitu “Nusa Yang Hilang”, “Radio Ibu”, “Sepinya Sepi”, dan “Amir, Akhir Sebuah Syair”.

Pentas tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, seperti guru, mahasiswa, serta seniman.

Seri Monolog “Di Tepi Sejarah” ini diprakarsai oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara selaku Produser dari Titimangsa Foundation dan KawanKawan Media. Pentas ini juga merupakan kerja bersama dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. (fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Emiria Soenassa pertunjukan monolog Yang Tertinggal di Jakarta
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Lionel Messi usai laga Argentina lawan Mesir. Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 berkat gol penentu Enzo Fernández

Drama 5 Gol di Atlanta: Comeback Epik Argentina Tekuk Mesir, Segel Tiket Perempat Final Piala Dunia

8 Juli 2026
Christabel Annora

Satu Dekade Berkarya, Christabel Annora Siap Gelar Intimate Showcase Dua Sesi di Kota Batu

7 Juli 2026
Indonesia mencatat sejarah di Gardens by the Bay Singapura lewat Orchid Extravaganza yang menghadirkan lebih dari 30 instalasi seni budaya Nusantara.

Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara

6 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
Berita Lainnya
Meta gandeng Kemendag dan UKMIndonesia.id luncurkan Small Business Growth Academy di Bandung untuk akselerasi ekspor dan adopsi AI bagi 150 UMKM.

Meta Luncurkan Small Business Growth Academy, Bekali UMKM Indonesia Keterampilan Praktis AI

8 Juli 2026
Danantara Asset Management tinjau Lapangan SPS Pertamina Hulu Mahakam. Fokus pada strategi efisiensi biaya dan keandalan aset migas di fase mature

Sinergi Hulu Migas: Danantara Tinjau Lapangan SPS Pertamina Hulu Mahakam Guna Ketahanan Energi

8 Juli 2026
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli

Menaker Yassierli: AI Mengubah Cara Kerja, SDM Unggul dan Keterampilan Jadi Kunci Utama

8 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.