Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Meski Stok Aman Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Menjaga Inflasi Lewat Penanganan Beras

Meski Stok Aman Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Menjaga Inflasi Lewat Penanganan Beras

Peristiwa Dina Prihatini28 November 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (Foto : Antara)

Jakarta (pilar.id) – Data Kementerian Pertanian, stok beras nasional masih ada 8,05 juta ton, dengan rincian sebanyak 1.868.414 ton terdapat di penggilingan, 831.805 ton di pedagang, dan sisanya berada di rumah tangga.

Jika harga beras terus-terusan melonjak, maka inflasi pangan terjadi, kemudian berdampak pada inflasi nasional, dan akibatnya adalah daya beli masyarakat menurun, keterbatasan akses pangan pokok oleh masyarakat, yang bisa merambat ke aspek sosial ekonomi. Karena saat ini stok beras di Indonesia secara umum masih aman hingga akhir tahun.

Artinya, ketahanan pangan komoditas beras Indonesia masih terjamin hingga akhir tahun. Hanya saja, stok beras Bulog yang menipis dan berpotensi menyebabkan naiknya harga beras nasional dan berdampak pada inflasi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa beras merupakan salah satu komoditas pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan dan sangat mempengaruhi angka inflasi nasional.

Berdasarkan data BPS, harga beras pada bulan Oktober 2022 mengalami inflasi 1,13 persen yang menyumbang inflasi nasional sebesar 0,34 persen.

Mengutip data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional, harga beras medium di tingkat konsumen pada Oktober berada di angka Rp11.090 per kg, sementara harga beras medium per 27 November di harga Rp11.160 per kg. Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak Juli 2022 hingga November dengan kenaikan 4,3 persen dari harga Rp10.700 per kg.

Beras merupakan komoditas pangan yang paling tinggi menyumbang inflasi dikarenakan merupakan pangan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebutkan kenaikan harga beras tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga pokok produksi (HPP) di tingkat petani. HPP beras naik lantaran kenaikan harga BBM dan kenaikan harga pupuk.

Selain itu, anomali cuaca juga mempengaruhi produksi beras nasional yang menyebabkan pasokan menurun. Sejumlah daerah Indonesia, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, mengalami gagal panen dikarenakan lahan sawah yang terendam banjir.

Baca Juga  Suku Bunga Acuan BI Naik 50 Bps Dinilai Terlalu Tinggi

Salah satu tugas dan fungsi Perum Bulog adalah mengendalikan harga beras di pasaran agar tidak melonjak tinggi dengan mengintervensinya melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar. Bulog menggelontorkan pasokan beras yang dimilikinya dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, sekaligus untuk membanjiri suplai beras di pasaran. Sesuai dengan prinsip ekonomi, ketika terjadi kelebihan pasokan dibandingkan permintaan, maka harga akan turun.

Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah stok beras Bulog yang mulai menipis dari bulan ke bulan. Badan Pangan Nasional menyebutkan setidaknya Bulog harus memiliki stok 1,2 juta ton beras untuk kebutuhan KPSH atau operasi pasar dan keperluan darurat, seperti bencana alam atau bantuan sosial.

Pada 16 November, stok beras Bulog, baik Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memiliki kualitas medium maupun beras komersil dengan kualitas beras premium sebanyak 651 ribu ton. Stok tersebut terus menurun menjadi 594 ribu ton per 23 November, yang terdiri dari 426.573 ton CBP dan 168.283 ton beras komersial.

Stok beras tersebut bisa terus turun menjadi 300 ribu ton karena Bulog masih melakukan operasi pasar setiap bulannya dengan menggelontorkan 120 ribu hingga 150 ribu ton per bulannya.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus menyerap beras produksi dalam negeri di sejumlah penggilingan. Namun jumlah tersebut tidaklah banyak.

Bukog mencatat saat ini sudah tidak ada lagi panen yang dilakukan oleh petani, melainkan masih dalam masa tunggu panen. Sehingga Bulog tidak bisa membeli langsung gabah dari petani sebagaimana biasa dilakukan sebelumnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, terdapat stok 1,8 juta ton beras yang tersedia di penggilingan di seluruh Indonesia. Namun Bulog tidak bisa membeli beras tersebut untuk memenuhi stok, lantaran pihak penggilingan perlu menjaga pasokan untuk pangsa pasarnya sendiri.

Baca Juga  Presiden Jokowi Perintahkan Mentan Periksa Data Faktual Stok Beras Nasional

Alhasil, Bulog tidak memiliki kemungkinan untuk memenuhi stok beras 1,2 juta ton hingga akhir tahun 2022 jika mengandalkan produksi beras dalam negeri. Sehingga opsi terakhir yang harus diambil adalah pengadaan beras dari luar negeri atau impor. Meskipun opsi impor tersebut mencederai prestasi Indonesia yang diberikan oleh lembaga internasional IRRI dan FAO atas tidak melakukan impor beras dalam tiga tahun berturut-turut.

Memihak Petani Lokal

Bahwasannya Bulog sendiri telah berkomitmen 100 persen berpihak pada petani dalam negeri. Karena itu opsi impor beras tidak akan dilakukan apabila produksi dalam negeri tinggi dan stok beras tersedia.

Budi Waseso membuktikan keberpihakannya kepada petani dalam negeri dengan Bulog di bawah kepemimpinannya tidak pernah impor atau membeli beras dari luar negeri untuk memenuhi stok CBP sejak empat tahun terakhir.

Bahkan, isu impor beras yang ditugaskan kepada Bulog saat sedang panen raya pada awal 2021 tidak dilakukan oleh Budi Waseso karena penyerapan produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi stok Bulog. Kondisi berbeda pada saat ini di mana stok Bulog benar-benar menipis, sementara tidak ada produksi padi dalam negeri yang bisa diserap oleh Bulog.

Ia berharap jangan sampai dalam masalah ini seolah-olah Bulog itu tidak berpihak kepada petani.

“Justru kami sangat berpihak pada petani. Karena itu kami buktikan, saya buktikan dengan jajaran Bulog itu sudah empat tahun CBP tidak pernah impor,”
tegas Budi Waseso.

Ditambahkannya Bulog membeli beras komersil sebanyak 500 ribu ton di luar negeri untuk memenuhi stok. Karena apabila Bulog tidak menambah stok cadangan beras, implikasinya adalah harga beras yang bisa terus melambung tinggi lantaran tidak adanya intervensi dari Bulog. (din/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Cegah Inflasi inflasi stok beras nasional

Berita Lainnya

bank indonesia

Inflasi Indonesia Juni 2026 Terkendali di Level 3,34 Persen, Bank Indonesia Optimistis Sesuai Target

1 Juli 2026
Ilustrasi investasi emas (foto: istimewa)

Harga Emas, Saham Global, dan Pasar Asia Cetak Rekor Baru Jelang Rilis Inflasi AS

13 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pasar murah

Pasar Murah Surabaya, Strategi Jitu Tekan Inflasi dan Dongkrak Ekonomi Warga

16 November 2025
Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Pengendalian Harga Beras di Jawa Timur

Bapanas dan Polda Jatim Kawal Stabilitas Harga Beras, Lokus Pemantauan Dibagi di 16 Daerah

23 Oktober 2025
Sumut mencatat surplus beras dan cabai merah sepanjang 2025, bantu kendalikan inflasi dan stabilkan harga pangan daerah.

Sumut Surplus Beras dan Cabai Merah 2025, Inflasi Daerah Diprediksi Terkendali

9 Oktober 2025
Donald Trump (foto: Markus Spiske, unsplash)

Trump Umumkan Tarif Impor Baru: Obat-obatan Dikenai Tarif 100 Persen, Truk Berat 25 Persen

26 September 2025
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman

Khofifah Dampingi Mentan Gelar GPM di Surabaya: 828 Titik Pasar Murah Stabilkan Harga Pangan Jatim

23 September 2025
Bank Indonesia

BI Catat Inflasi Agustus 2025 Terkendali di 2,31 Persen, Didukung Deflasi Pangan dan Tarif Transportasi

2 September 2025
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Bank Indonesia Turunkan BI Rate ke 5,25 persen, Inflasi Terkendali dan Ekonomi Didorong Tumbuh

16 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.