Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kuliner»Langka tapi Laris, Lapis Legit Jadi Sorotan Media Lokal di AS

Langka tapi Laris, Lapis Legit Jadi Sorotan Media Lokal di AS

Kuliner Dina Prihatini2 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ollyvia Putri, pemilik Lapis 312 di Naperville, Illinois, AS. (Foto : voaindonesia)

WASHINGTON, D.C. (pilar.id) — Menjelang akhir tahun yang biasa dipenuhi dengan berbagai perayaan hari besar, para penjual kue tradisional Indonesia di Amerika mulai dibanjiri dengan berbagai pesanan kue, seperti lapis legit.

“Dari kecil saya memang suka makan lapis legit. Mama suka belikan jajan-jajan(an) atau kue-kue gitu. Saya juga pesan lapis legit untuk teman-teman dan ternyata mereka juga suka,” kata diaspora Indonesia, Mita Kole, yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris di sekolah dasar di Chicago ini.

Namun, bagi Mita, lapis legit adalah penganan manis yang juga biasa ia beli untuk berbagai acara, seperti ulang tahun. Walau sudah lama menetap di Amerika, diaspora Indonesia, Lina Rahman mengaku lebih memilih untuk membeli kue lapis tradisional Indonesia dari katering atau bisnis milik warga Indonesia untuk buah tangan, jika dibandingkan kue lainnya.

“Kalau kue cake sudah biasa. Tapi kalau (kue lapis) kan kita bawa buah tangan gitu, dipotong-potong, bagus gitu. Dan enggak terlalu manis juga. Kalau cake kan manis,” jelas warga Indonesia, Lina Rachman di Gaithersburg, Maryland saat dihubungi VOA.

Biasanya, Lina memesan baik kue lapis legit atau lapis Surabaya ke warga Indonesia yang memiliki bisnis katering makanan dan kue khas Indonesia di Amerika.

Salah satunya, Adiwi Ayundari, yang sudah terjun ke bisnis katering dan kue tradisional Indonesia di negara bagian Maryland dalam kurang lebih 12 tahun belakangan ini. Ia kerap menerima pesanan untuk hari-hari besar, termasuk hari raya bersyukur atau Thanksgiving yang baru saja berlalu, perayaan natal, dan akhir tahun.
“Memang untuk lapis legit baru di Thanksgiving (tahun) ini saya buka (pesanan), karena lapis legit itu kan lama ya bikinnya,” papar Adiwi Ayundari kepada VOA baru-baru ini.

“Kita bikinnya per lapis-lapis gitu kan, lama. Mesti ditungguin gitu loh, kita enggak bisa ngerjain yang lain,” tambahnya.

Selain lapis legit biasa, Adiwi juga menjual lapis legit dengan buah prune, juga lapis legit keju dan kacang almond, dengan harga yang berkisar antara 65 hingga 75 dolar per loyang atau mencapai sekitar 1,2 juta rupiah.

Resep Warisan Nenek

Banjirnya pesanan saat hari besar seperti natal, imlek atau lebaran diakui oleh juru masak pastri, Ollyvia Putri yang memiliki bisnis kue khas Indonesia di Naperville, Illinois.

Baca Juga  Diaspora Indonesia Dukung Ganjar Pranowo untuk Meneruskan Program Jokowi

“Pokoknya sampai enggak tidur-tidur,” canda Ollyvia Putri saat dihubungi oleh VOA belum lama ini.
Berbekal resep kue lapis warisan mendiang sang nenek, Ollyvia mendirikan bisnis yang ia beri nama ‘Lapis 312’ tahun 2019 lalu.

Angka 312 ia gunakan di nama bisnisnya, sebagai tanda kode area Chicago, kota dimana Ollyvia pernah bermukim selama beberapa waktu.

Besar di Singapura, Ollyvia dan kakaknya kerap diasuh oleh sang nenek, yang gemar membuat kue lapis. Saat nenek memasuki usia lanjut, Ollyvia pun lantas mulai belajar membuat kue lapis legit sendiri.

“Menurutku sayang sekali kalau warisan nenekku tidak dilanjutkan di (Amerika). Di (Amerika) enggak banyak yang bikin kue-kue yang (khas Indonesia),” ujar lulusan The French Pastry School, di Chicago, Illinois ini.
Spesialisasi ‘Lapis 312’ adalah lapis legit dengan beragam rasa dan isian seperti spekoek, prune, nutella, keju, dan tentunya rasa orisinil.

“Aku benar-benar fokus pada bahan-bahan premium. Jadi, karena lapis legit itu pakai banyak banget mentega, jadi kita harus pakai 100 persen (mentega) Wijsman butter. Enggak bisa diganti sama sekali. Menurut saya itu rahasia satu-satunya,” kata Ollyvia.

Satu loyang lapis legit buatan Ollyvia yang berukuran 20x20cm dijual dengan harga 88 dolar atau sekitar 1,4 juta rupiah.

“Aku kirim kue-kue ke seluruh 50 negara bagian di Amerika Serikat,” kata Ollyvia yang juga pernah mengirim lapis legitnya hingga ke Kanada dan Jepang.

Selain lapis legit, Ollyvia juga menjual lapis Surabaya, juga aneka kue kering, seperti nastar, kastengel, sagu keju, dan kue kacang almond. Ia juga menjual selai Srikaya.

Jadi Incaran Warga Belanda di AS

Kelezatan dan kelembutan lapis legit hasil buatan Ollyvia ternyata tak hanya berhasil menarik perhatian diaspora Indonesia yang rindu akan kue tradisional Indonesia ini, namun juga warga keturunan Singapura, Malaysia, bahkan Belanda.

“Jadi banyak nenek-nenek yang dulu lahirnya di Indonesia, tapi sudah pindah ke Holland dan juga immigrate lagi ke (Amerika Serikat). Mereka punya kenangan, ‘oh, dulu mama saya pernah bikin lapis legit,’ tapi dia enggak pernah ketemu lapis legit di mana pun, sampai mereka menemukan aku,” kata Ollyvia.
Menurut Ollyvia, rasa ‘jadul’ (red.zaman dulu) yang dihadirkan lewat resep neneknya sangat penting, karena dapat memberikan rasa nostalgia yang berasal dari masa kecil seseorang.

Baca Juga  George Washington, Anak Petani yang Jadi Presiden Pertama Amerika Serikat

“Kalau aku enggak pakai resep yang dari nenek dan aku ubah, mungkin rasanya tidak akan sama,” tambahnya.

Walau banyak yang mengincar, bagi Ollyvia tantangan untuk bisa menembus pasar lokal Amerika tetap ada, mengingat harga kuenya yang mahal.

“Kalau untuk orang lokal (Amerika), mereka enggak ngerti, ‘oh, ini kue kenapa mahal banget.’ Tapi kalau misalnya jual ke orang Indonesia atau orang Singapura yang ngerti, ‘oh kue lapis itu mahal gara-gara (proses pembuatannya memakan banyak waktu) dan juga bahan-bahannya premium. Kayak telurnya banyak, (menteganya) banyak. Itu kan semuanya mahal,” jelas Ollyvia.

Namun, bagi Mita Kole, harga lapis legit yang mahal tidak pernah membuatnya berpikir dua kali sebelum membelinya, mengingat dia adalah penggemar berat penganan yang satu ini.

“Menurut saya harganya mengikuti bahan-bahannya yang spesial, yang susah di temukan di AS Saya sangat mengerti. Ditambah lagi, memerlukan keahlian yang luar biasa untuk membuat lapisan-lapisan (kue) itu. Jadi menurut saya harganya mahal ya maklumlah karena dengan hal-hal itu,” tambahnya.

Menurut Ollyvia, membuat kue lapis legit “susah-susah, enggak,” tetapi memakan banyak waktu. Pasalnya untuk membuat satu loyang lapis legitnya diperlukan waktu sekitar 5-6 jam.

Usaha dan kerja keras Ollyvia tidak sia-sia. Keunikan dari lapis legit buatannya berhasil menarik perhatian surat kabar lokal, Chicago Reader, yang menyebut kuenya yang terdiri dari 20 lapisan ini ‘legit’ alias sangat enak.

“Teman-teman saya berasal dari berbagai budaya, ada Korea Selatan, Meksiko, Italia, Afrika Amerika, Amerika, Jepang, suami dan mertua saya orang Rusia, mereka semua suka lapis legit buatan Ollyvia dan selalu tanya saya beli dimana,” kata Mita Kole.

“Teman-teman bilang mereka sukanya karena banyak layers-nya itu unik dan rasanya (mentega)nya berbeda sama mentega-mentega biasa,” tambahnya.
Bagi yang ingin mengikuti jejak bisnisnya, Ollyvia mengatakan jangan pernah takut untuk memulai.

“Lakukan saja, mulai dari keluarga dan teman (agar) dapat banyak masukan, bagaimana Anda bisa meningkatkan (kualitas) produk Anda,” tambah Ollyvia.

Tak ketinggalan, dalam berjualan Ollyvia tidak patah semangat untuk menjelaskan kepada pelanggan lokal Amerika mengenai sejarah dibalik kue buatannya, sekaligus memperkenalkan tradisi dan pengetahuan tentang Indonesia. (din/sumber:voaindonesia)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Diaspora Indonesia Lapis Legit Mita Kole Washington

Berita Lainnya

George Washington, Anak Petani yang Jadi Presiden Pertama Amerika Serikat

22 Februari 2023

Bahas Penanganan Pandemi, Para Pemimpin ASEAN dan Presiden Joe Biden akan Bertemu di Washington DC

18 April 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.