Pacitan (pilar.id) – Temuan gunung bawah laut di perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tak perlu ditanggapi dengan kekhawatiran apalagi panik.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan Jawa Timur Erwin Andriatmoko, Senin (20/2/2022).
Dikatakan, seperti disampaikan tim survei Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) Badan Informasi Geospasial (BIG), nyatanya gunung itu benar-benar ada.
“Tetapi tidak ada hubungannya dengan aktivitas kegempaan di wilayah Pacitan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Erwin.
Sebelumnya, PKLP BIG menulis di akun instagramnya @infogeospasial, “Halo #SobatGeo, tahun lalu BIG melalui @ppklp.big melaksanakan survey Landas Kontinen Indonesia di wilayah selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara”.
Pada pelaksanaan survei tersebut, lanjut mereka, tim berhasil mengidentifikasi obyek gunung bawah laut atau seamount.
Melanjutkan keterangannya, Erwin juga mengatakan jika gunung ini terletak kurang lebih 260 kilomter di selatan Kabupaten Pacitan. Tepatnya di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dijelaskan pula, ketinggian gunung ini mencapai 2.200 meter dan posisinya berada di 6 ribu meter kedalaman laut, sementara puncaknya pada di kedalaman 3.800 meter.
“Gunung ini sudah lama ada. Hanya saja baru terdeskripsi atau baru ditemukan,” kata Erwin.
Dia juga sudah berkoordinasi dengan pejabat atau petugas BIG yang menangani pergunungan.
“Hasil diskusi dengan mereka, terbentuknya gunung bawah laut ini akibat tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi sejak berjuta tahun silam,” terangnya.
Proses pembentukan ini tidak berbeda dengan Gunung Everest dan Jaya Wijaya. (hdl)




