Jakarta (pilar.id) – Presiden RI Joko Widodo mengajukan seruan untuk mencapai kesetaraan perekonomian di kawasan, salah satunya dengan membentuk aliansi kerja sama yang mirip dengan OPEC, tetapi dalam konteks komoditas nikel dan sawit.
Jokowi menyatakan bahwa kebijakan monopoli di dunia harus dihentikan. Menurutnya, masih ada kebijakan diskriminatif terhadap komoditas dari negara-negara berkembang yang juga harus dihentikan.
“Lebih dari 270 juta penduduk Indonesia yang menjadi pilar perdamaian, demokrasi, dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik harus merasakan kesejahteraan,” kata Jokowi dalam sesi Kerja Mitra G7 di Jepang, Sabtu (20/5/2022).
“Oleh karena itu, Indonesia tidak akan menutup diri, melainkan bekerja keras untuk meningkatkan kerja sama dalam bentuk yang lebih setara dan saling menguntungkan bagi semua pihak,” imbuhnya.
Jokowi juga berharap bahwa negara-negara G7 dapat menjadi mitra dalam proses hilirisasi. Ia juga menyebut bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membentuk aliansi seperti OPEC untuk produk-produk seperti nikel dan sawit.
“Saya berharap negara-negara G7 dapat menjadi mitra dalam proses hilirisasi industri ini dan saatnya telah tiba untuk membentuk aliansi seperti OPEC untuk produk lain seperti nikel dan sawit,” ungkapnya.
Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini bukan lagi zaman di mana negara-negara global selatan hanya menjadi pengekspor bahan baku komoditas, karena dunia tidak lagi berada dalam era kolonialisme.
“Apakah adil jika negara-negara yang kaya akan sumber daya alam seperti Indonesia dihalangi untuk menikmati nilai tambah dari sumber daya alamnya? Diadakan pembatasan dalam mengolah sumber daya alamnya di dalam negeri?” tanyanya.
Jokowi menyampaikan bahwa dalam sesi yang membahas berbagai isu global tersebut, ia hadir membawa pesan dari negara-negara di selatan dunia, yaitu mendorong kesetaraan dan kolaborasi dalam kerja sama global.
Menurutnya, pandemi telah mengajarkan dunia tentang betapa pentingnya melibatkan lebih banyak negara dalam rantai pasok global.
“Oleh karena itu, saya menyerukan penghentian kebijakan monopoli. Kebijakan diskriminatif terhadap komoditas dari negara-negara berkembang juga harus dihentikan,” ucap Jokowi.
Jokowi menghadiri KTT G7 di Hiroshima, Jepang, yang diselenggarakan pada 19-21 Mei 2023 atas undangan langsung dari Perdana Menteri Fumio Kishida.
Selama acara tersebut, Jokowi mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat, termasuk Jepang dan Inggris.
Pertemuan tersebut membahas berbagai hal, mulai dari kerja sama ekonomi dan pariwisata, investasi, hingga situasi di Myanmar. (hdl)










