Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini
  • Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Memberantas Kejombloan Bersama Persatuan Mahasiswa Kemraben Indonesia

Memberantas Kejombloan Bersama Persatuan Mahasiswa Kemraben Indonesia

Esai M. Fathur Rohman4 Agustus 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
(ilustrasi: Hendro D. Laksono, pilar.id)

Di suatu siang yang biasa saja, saya tertegun cukup lama ketika melihat salah satu postingan yang muncul di beranda facebook. Postingan tersebut membagikan sebuah gambar poster acara yang diadakan salah satu jurusan di fakultas saya, lengkap dengan caption dekripsi.

Biasanya, postingan seperti ini saya abaikan karena tak terlalu menarik minat. Tetapi siang itu, berbeda. Ketika akan melakukan scrolling up melewati postingan tesebut, ada kata dan angka di deskripsi yang terasa menusuk mata.

Seminar bertajuk Menjemput Jodoh Dunia Akhirat tersebut dideskripsikan telah mencapai peserta lebih dari 1000 orang dan akan segera di selenggarakan beberapa hari ke depan. Saya menatap kalimat tersebut cukup lama. Dua tiga kali membacanya, dan angka itu tetap tak berubah. Tetap seribu. Bayangkan, seribu, jeh! Enol-nya tiga, lho!

Angka itu, benar-benar mengagetkan bagi saya. Menarik, sekaligus tak menarik. Lho, piye, tho~

Muhammad Fathur Rohman, Editor Pilar.ID

Begini, di kampus Islam negeri satu-satunya di Surabaya ini, sebuah acara mendapat peserta hingga seribu, bukanlah yang pertama kali. Beberapa tahun lalu, saya juga pernah melakukannya. Ketika itu, saya terlibat menjadi panitia acara bincang-bincang dengan Dahlan Iskan. Peserta yang terecatat sejumlah 1500 orang. Sedang yang datang dan tidak tercatat, lebih banyak lagi. Sehingga, jumlah peserta itu, tak begitu menarik.

Tetapi, angka seribu ini juga menarik. Sebagai kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa dan pangsa pasar utama juga mahasiswa, bisa mengumpulkan dan menggerakkan seribu orang itu sudah sebuah prestasi. Bandingkan dengan seminar bertema kebangsaan, sejarah, atau peran mahasiswa untuk masyarakat dan kepenulisan yang mentok berkutat di angka ratusan. Mereka-mereka itu, bisa dapat lima ratus viewer peserta saja sudah sujud syukur.

Baiklah, meski menurut saya wagu, mungkin seminar bertema nikah itu, dianggap sejalan dengan keilmuan penyelenggara; Hukum Pernikahan Islam. Mungkin juga, penyelenggara merasa bahwa pertanyaan kapan nikah yang rutin mendera di setiap pertemuan keluarga, sudah memasuki tahap berbahaya. Sehingga, permasalahan sosial tersebut harus segera dicarikan solusi.

Atau, mungkin juga, keberhasilan Harian Surya dan salah satu Pesantren Mahasiswa menyerap ribuan peserta di seminar bertema nikah tahun sebelumnya, menjadi alasan mereka menggelar kegiatan dengan tema serupa. Saya tak pernah tahu, sekaligus tak merasa perlu tahu. Biarlah itu menjadi rahasia. Sebab hidup ini menarik karena hal-hal rahasia lebih banyak porsinya dari pada yang kita mampu ketahui, bukan.

Melihat besarnya minat mahasiswa mengikuti seminar dan acara-acara bertema nikah tersebut, tetiba muncul sebuah ide dipikiran saya. Bukan. Bukan untuk ikut menjadi peserta dan berharap menemukan jodoh di sana. Tetapi muncul ide untuk memberikan julukan, nama atau gelar bagi mereka.

Mahasiswa-mahasiswi unyu dan nikah-able tersebut, saya sebut sebagai Mahasiswa Kemraben. Yakni, mahasiswa yang sudah keburur rabi (nikah). Mereka adalah spesies mahasiswa yang selalu taat aturan, rajin kuliah, dan tak lelah mencari jodoh. Prinsipnya, lebih cepat lebih baik.

Fenomena makin laku dan diminatinya seminar-seminar pra-nikah, nikah muda dan menemukan jodoh ideal di kalangan mahasiswa tersebut, membuat saya tercengang. Kaget, sekaligus merasa wagu.

Sejauh yang bisa saya ingat, beberapa tahun lalu, urusan nikah adalah hal yang jauh dari pembicaraan serius. Disetiap diskusi, ngobrol warung kopi hingga pertemuan di kamar-kamar kos, pernikahan tak pernah dibahas. Perbincangan kami banyak berkutat mengenai mimpi, cita-cita, keinginan kuliah di luar negeri, kondisi pergerakan dan organisasi mahasiswa, dosen mana yang ramah mana yang menyebalkan, biaya kuliah yang makin mahal, dugaan korupsi kampus, sampai siapa itu Tuhan.

Urusan nikah, benar-benar tersisihkan. Kejombloan pun ketika itu, belum terasa begitu mengenaskan seperti yang dirasakan dan digambarkan kids jaman now, belakangan ini. Bahkan, jika ada teman kuliah yang belum lulus sudah menikah, kami selalu heboh. Bukan baper, atau kepingin, tetapi gak habis pikir. Kok, bisa mereka yang ngurusi kuliah saja belum kelar, sudah berani menikah.

Pernikahan ketika itu, kami anggap seperti pintu menuju segala keterbatasan. Dengan menikah, kami gak akan bisa lagi jalan-jalan, gak akan bisa lagi bergerak bebas, berdiskusi sampai pagi, mendemo birokrasi. Tetapi, semuanya berubah setelah Negara Api menyerang. Kini, menikah adalah salah satu urusan terpenting seluruh mahasiswa.

Dari realitas jaman now tersebut, mahasiswa yang identik dengan sebutan agent of change dan iron stock, kelihatannya tak lagi peduli dengan isu-isu sosial. Mereka makin terasing dari masyarakat. Tak lagi peduli dengan relitas masyarakat sekitar, dan lebih peduli pada urusan melepas kejombloan mereka masing-masing.

Bukan lagi iron stock tetapi mantu stock. Dari pada berbaur dengan masyarakat guna meneliti masalah apa saja yang ada di sana, mereka lebih sibuk mendekati calon-calon mertua. Mencitrakan diri sebagai calon menantu paling keren, paling alim, paling ideal, paling cocok.

Dari pada bersikap kritis pada kampus dan memberikan kritikan untuk kebaikan bersama, mereka lebih sibuk menjilat pantat dosen, birokrat kalau perlu rektor. Mengemis dengan takzim supaya bisa mendapat nilai yang baik dan lulus cepat. Siapa tahu bisa diangkat pegawai dan tidak perlu susah-susah mencari kerja. Tujuan utamanya tentu saja supaya bisa segera menikah. Untung-untung bisa menjadi menantu dari salah satunya.

Oleh karena itu, saya sarankan bagi para alumni seminar pra-nikah apapun judulnya untuk mendirikan sebuah organisasi, komunitas, atau perkumpulan. Fungsinya, untuk saling membantu menemukan jodoh terbaik dunia-akhirat bagi masing-masing anggota. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota.

Nah, untuk nama organisasinya, saya usul diberi nama Persatuan Mahasiswa Kemraben Indonesia (PMKI). Tentu saja, anda tidak perlu berterima kasih untuk saran tersebut, saya beri gratis, kok. ***

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
dunia mahasiswa jomblo
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kemenkes mengajak masyarakat tidak memberi stigma kepada ODHIV. Peningkatan temuan kasus HIV di Sidoarjo disebut mencerminkan keberhasilan deteksi dini.

Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini

25 Juli 2026
Haryo Limanseto

Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026

25 Juli 2026
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.