Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Propaganda Ideologi Negeri Sakura dalam Drama Indonesia Zaman Jepang

Propaganda Ideologi Negeri Sakura dalam Drama Indonesia Zaman Jepang

Budaya Heru SP. Saputra23 Oktober 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jember (www.pilar.id) – Karya sastra Indonesia pada zaman Jepang, terutama drama, mampu memotret peradaban masyarakat dan ideologi penguasa. Drama-drama tersebut menjadi corong propaganda politik Jepang. Dengan demikian, drama Indonesia zaman Jepang menjadi propaganda ideologi Jepang di Indonesia.

Hal ini disampaikan Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum., dalam Kuliah Pakar bertema ‘Drama Indonesia Zaman Jepang’. Kuliah Pakar via Zoom Meeting ini dengan pembicara tunggal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang sekaligus dosen tamu di Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), Tokyo, Jepang.

Acara diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat Jember (HISKI Jember) bekerja sama dengan Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Sind FIB UNEJ), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember (FKIP UMJ), dan Kelompok Riset Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal (KeRis TERKELOK), yang dimoderatori oleh anggota HISKI Jember, Dra. Titik Maslikatin, M.Hum., dengan tajuk NGONTRAS#3 (Ngobrol Nasional Metasastra ke-3) pada Sabtu (16/10).

Dekan FKIP UMJ, Dr. Kukuh Munandar, M.Kes., dalam sambutannya mengungkapkan, forum kuliah pakar ini cukup istimewa, karena dipaparkan langsung dari Tokyo, Jepang. Mari kita resapi dan amalkan ilmu yang dipaparkan oleh pembicara.

“Forum semacam ini kita harapkan dapat memberi kontribusi terhadap kajian-kajian sastra, sehingga dunia sastra kita lebih maju,” ungkap Kukuh. Untuk memeriahkan acara, Kukuh juga membacakan pantun.

“Batang kelapa namanya glugu, glugu yang baik dari praju. Mari kawan kita bersatu, menggapai harapan kesusastraan maju,” katanya yang direspons senyum para peserta di zoom.

Dalam presentasi Kuliah Pakar tersebut Cahyaningrum menjelaskan, bagi generasi penerus di Jepang, masa pendudukan Jepang di Indonesia merupakan masa lalu yang kelam dan keji. Hal itu merupakan luka lama yang ditutup-tutupi oleh pemerintah Jepang, sehingga generasi muda tidak mengetahui sejarah kelam tersebut. Generasi muda tahunya bahwa bangsa mereka merupakan bangsa yang baik dan senantiasa melindungi negara-negara Asia.

Ia menambahkan, peristiwa pendudukan atau penjajahan Jepang merupakan luka lama. Artinya, mereka menganggap bahwa penjajahan merupakan aib, sehingga tidak perlu diketahui oleh generasi muda Jepang. Sebaliknya, justru yang ditekankan bahwa Jepang merupakan victim, korban peperangan. Mereka menempatkan diri sebagai korban, bukan sebagai penjajah.

Baca Juga  Akhir Juli 2022, Fenomena Hujan Meteor akan Terjadi di Langit Selatan

“Itu hak mereka. Memposisikan diri sebagai victim. Korban perang. Bukan Penjajah. Itu hak mereka,” kata Cahyaningrum

Ia menjelaskan, drama merupakan medium yang mampu merekam sejarah dan peradaban bangsa. Pada masa pendudukan Jepang, drama menjadi sarana yang baik untuk merekam sejarah perjalanan bangsa Jepang, termasuk peradaban mereka.

“Drama Indonesia zaman Jepang cukup penting untuk dipahami dan dikaji, agar terungkap ideologi yang ada di balik karya-karya tersebut. Karena setiap karya drama merefleksikan peradaban bangsa. Termasuk ideologi bangsa Jepang,” jalas Cahyaningrum.

Drama Indonesia zaman Jepang menjadi periode tersendiri dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia. Meskipun tidak terlalu banyak karya yang diproduksi, tidak sebagaimana sastra Melayu Tionghoa, tetapi periode zaman Jepang sangat penting, sebagai bagian dari keutuhan sejarah sastra. H.B. Jassin telah memasukkan periode ini ke dalam periodisasi sastra. Hanya saja tidak banyak yang memberi perhatian atau menganggap penting, sehingga periodisasi yang disusun H.B. Jassin tidak populer di kalangan peneliti dan masyarakat sastra.

Cahyaningrum menekankan bahwa persoalan pada karya-karya zaman Jepang hampir sama dengan kasus pada karya-karya sastra Melayu Tionghoa. Meskipun karya sastra Melayu Tionghoa berjumlah ribuan, tetapi banyak peneliti yang menganggap tidak penting, sehingga menjadi kurang populer di masyarakat. “Menurut saya, sejak sekarang, seharusnya semua periodisasi sastra kita anggap penting karena semua itu merekam sejarah dan peradaban yang ada di Indonesia, termasuk ideologinya,” tegas Cahyaningrum.

Di bagian lain, Cahyaningrum juga menyebutkan bahwa pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang mendatangkan para sastrawan dan budayawan ke Indonesia untuk mendukung propaganda Jepang. Mereka punya peran penting dalam mengontrol dan mengawasi media cetak, termasuk buku-buku karya drama. Hal ini terkait dengan keberadaan “Keimin Bunka Shidosho” yang dibentuk oleh Jepang untuk mendukung program propaganda yang mereka lancarkan, dengan pantauan militer Jepang.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Apresiasi Kelonggaran Waktu Pelunasan dan Penambahan Kuota Haji dari Kemenag

Dijelaskan juga oleh Cahyaningrum bahwa di berbagai medium, baik buku sejarah maupun museum di Jepang, tidak muncul informasi tentang penjajahan Jepang terhadap Indonesia. Yang lebih diinformasikan, mereka menjadi korban peperangan, bukan sebagai penjajah dengan kekejamannya. Jadi, museum dan sejarah Jepang digunakan untuk brandwash atau “cuci otak” pascaperang, agar generasi berikutnya tidak ikut terluka. “Di sekolah SMP dan SMA di Jepang, tidak ada buku sejarah yang mengajarkan atau menginformasikan penjajahan Jepang kepada Indonesia,” tegas Cahyaningrum.

Cahyaningrum juga menekankan bahwa Jepang menebarkan mimpi ke orang Indonesia sebagai pengayom Asia, sehingga mampu mempropagandakan siasatnya agar orang Indonesia membenci Amerika, Inggris, dan Belanda. Trauma masa lalu orang Indonesia terhadap kolonial Belanda, menjadi bagian positif bagi Jepang. Mantra atau iming-iming yang disampaikan oleh Jepang kepada Indonesia adalah negara yang bebas, beradab, dan maju. Di berbagai poster ditekankan persamaan Jepang dan Indonesia, sehingga diungkap bahwa kedua negara bersaudara. “Bendera kita kan warnanya sama, warna merah dan putih. Berarti kita saudara. Secara fisik, tinggi kita kan sama. Berarti kita saudara. Kulit kita juga hampir sama. Berarti kita saudara, kata Cahyaningrum sembari tersenyum getir.

Cahyaningrum juga memaparkan bahwa mahasiswa Jepang saat ini, atau generasi muda Jepang, pada umumnya tidak memahami kondisi kekejaman Jepang pada masa Perang Dunia II, termasuk kekejaman Jepang terhadap Indonesia. Tidak ada dalam buku sejarah di SMP atau SMA yang menyebutkan tentang penjajahan Jepang.

Sembilan puluh persen mahasiswa Jepang tidak tahu kondisi sejarah Jepang dan kekejamannya terhadap Indonesia. Hal ini dikarenakan pemerintah Jepang berusaha untuk menyembunyikan sejarah kelam tersebut.

“Kondisi seperti ini sangat miris. Generasi muda tidak mengetahui sejarah kelam bangsanya. Tetapi itulah yang terjadi,” tandasnya. Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum | Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember, dan Ketua HISKI Komisariat Jember

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
headline Zaman Jepang

Berita Lainnya

Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk raih dua penghargaan di Employee Experience Awards 2026 atas inovasi onboarding dan program apresiasi talenta.

Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

13 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.