Surabaya (pilar.id) – Program prioritas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sepanjang tahun 2023, yakni program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sukses mengatasi target yang ditetapkan.
Melibatkan partisipasi masyarakat dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), realisasi program ini mencapai 3.909 unit, melebihi target yang sebelumnya ditetapkan.
Wali Kota Eri menjelaskan bahwa keberhasilan program Dandan Omah ini tidak terlepas dari penerapan kearifan lokal, seperti gotong royong dan kebersamaan warga Kota Surabaya.
Proses perbaikan rumah yang dilakukan oleh warga sekitar, mulai dari pekerja bangunan hingga pembelian bahan bangunan, memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal.
“Dengan cara ini, perekonomian akan berputar di wilayah tersebut, sehingga program ini juga bisa menggerakkan ekonomi, bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut,” kata Wali Kota Eri.
Menurutnya, semangat gotong-royong dan kebersamaan warga adalah kekuatan luar biasa yang membuat Surabaya menjadi kota yang unggul. Wali Kota Eri optimis bahwa melalui kerjasama ini, tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya akan terus menurun.
Wali Kota Eri juga menekankan bahwa meskipun zaman modern telah tiba, semangat gotong-royong di masyarakat Surabaya tetap kental. Ia mengapresiasi kekompakan warga Surabaya yang tetap terjaga, bahkan di tengah modernisasi.
“Inilah hebatnya warga Surabaya, dengan zaman modernisasi, sebagai kota dunia, tapi guyub-rukunnya, gotong-royongnya tidak hilang. Top warga Surabaya. Matur nuwun (terima kasih), bangun terus bareng-bareng, sinergi kuat, Surabaya hebat,” ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, target program Rutilahu dari APBD Kota Surabaya adalah 2.700 unit rumah dengan anggaran Rp 94,5 miliar. Namun, realisasi hingga akhir tahun mencapai 3.140 unit, melampaui target yang telah ditetapkan.
“Ini khusus realisasi Rutilahu dengan menggunakan APBD,” tegasnya.
Selain APBD, Pemkot juga menghimpun bantuan non-APBD melalui gotong royong. Total unit yang berhasil dibangun mencapai 769 unit, termasuk bantuan dari Baznas, BSPS, Yayasan Manarul Ilmi, Gereja Victory, Alumni SMA 5, dan Bangga Surabaya Peduli.
“Nah, kalau ditotal semuanya, baik yang berasal dari APBD maupun bantuan non APBD sebanyak 3.909 unit rumah. Capaian ini menjadi bukti bahwa gotong royong yang terus digelorakan oleh Bapak Wali Kota berhasil diterapkan di Kota Surabaya,” tegas Irvan.
Meskipun telah berhasil pada tahun 2023, Irvan memastikan bahwa program ini akan dilanjutkan di tahun 2024 dengan anggaran APBD sebesar Rp 68,7 miliar untuk 1.500 unit rumah. Setiap unit dianggarkan sebesar Rp 35 juta dengan estimasi pengerjaan 20 hari.
“Insyallah nanti di tahun 2024 akan ada bantuan lagi yang non APBD, namun jumlahnya masih kami koordinasikan lebih lanjut,” pungkasnya. (rio/ted)










