Jakarta (pilar.id) – Kinerja kegiatan dunia usaha di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang periode April-Juni tahun ini. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas bisnis yang cukup signifikan pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan awal tahun.
Berdasarkan data bank sentral, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan kedua ini melonjak menjadi 12,97 persen. Angka tersebut mencatat pertumbuhan yang meyakinkan jika disandingkan dengan capaian triwulan I 2026 yang hanya berada di posisi 10,11 persen.
Faktor Pendorong dan Lonjakan Kapasitas Produksi
Kenaikan performa dunia usaha ini tidak lepas dari pulihnya mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama. Bank Indonesia mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta sektor Konstruksi dan Pertambangan menjadi motor penggerak utama karena aktivitas lapangannya yang kian solid.
Selain itu, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta musim libur sekolah (high season) yang jatuh pada triwulan II 2026 turut memberikan stimulus besar. Dampaknya terlihat jelas pada lonjakan permintaan di sektor Penyediaan Akomodasi serta Makan dan Minum.
Sejalan dengan ekspansi bisnis tersebut, utilitas pabrik dan tempat usaha juga mengalami peningkatan. Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 terdongkrak ke angka 73,80 persen, naik dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 73,33 persen. Sektor pertanian, pertambangan, dan pengadaan listrik menjadi kontributor utama di balik optimalisasi kapasitas produksi ini.
Dari sisi fundamental, laporan BI menegaskan bahwa kondisi keuangan korporasi dan pelaku usaha di tanah air masih berada dalam kondisi yang sehat. Likuiditas dan rentabilitas perusahaan dinilai tetap terjaga dengan baik, yang didukung oleh akses pembiayaan atau kredit perbankan yang tergolong mudah didapatkan.
Prospek Cerah dan Sektor Andalan di Triwulan III 2026
Memasuki paruh kedua tahun ini, para pelaku usaha yang menjadi responden survei tetap optimis. Aktivitas bisnis pada triwulan III 2026 diprakirakan akan tetap terjaga kuat dengan proyeksi nilai SBT sebesar 11,75 persen.
Secara sektoral, peta pertumbuhan diprediksi akan sedikit bergeser. Industri Pengolahan serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran (termasuk Reparasi Mobil dan Motor) diyakini akan mengambil alih tongkat estafet pertumbuhan seiring dengan stabilnya daya beli masyarakat.
Pihak BI juga memproyeksikan sektor konstruksi akan tetap melaju kencang berkat kelanjutan berbagai proyek infrastruktur, baik yang didanai oleh pemerintah maupun swasta. Sementara itu, sektor pertambangan diprediksi mendapat angin segar dari faktor cuaca, di mana penurunan curah hujan diperkirakan bakal mempermudah operasional dan mendongkrak volume produksi di lapangan. (hdl)










