Surabaya (pilar.id) – Pada Jumat (5/1/2024) sore, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan rumah pompa Gresikan Tambaksari di Jalan Gresikan Tambaksari, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari. Resmi diresmikan setelah dua rumah pompa sebelumnya, yaitu Elveka Kebonsari dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Karah.
Pembangunan rumah pompa Gresikan Tambaksari merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menanggulangi permasalahan banjir. Rumah pompa ini dianggap memiliki peran strategis dalam mengelola air di wilayah tersebut, membantu mengurangi risiko banjir, terutama saat musim hujan.
Wali Kota Eri menyatakan harapannya agar rumah pompa ini dapat meningkatkan efektivitas dalam penanganan curah hujan tinggi dan mengurangi risiko banjir. Dalam konteks ini, ia juga mencatat bahwa pembangunan rumah pompa ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi 250 catchment area yang seringkali mengalami genangan air.
“Sebelumnya, ada 350 catchment area yang seringkali mengalami genangan air, namun sekarang kita fokus pada 250 catchment area sebagai skala prioritas,” jelas Wali Kota Eri.
Lebih lanjut, Wali Kota Eri menegaskan pentingnya penentuan anggaran dengan skala prioritas. Dalam hal penanganan banjir, perlu disusun rencana berapa tahun untuk menyelesaikannya. Ia berharap agar warga Surabaya dapat teredukasi untuk memahami dan mendukung penanganan banjir sebagai prioritas utama.
Pada tahun 2024, alokasi dana untuk penanganan banjir di Kota Surabaya mencapai Rp700 miliar. Dana tersebut melibatkan perbaikan saluran air di perkampungan, yang sebelumnya telah melibatkan partisipasi RT/RW dan LMPK hampir di seluruh tingkat RW.
Ketua LPMK Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Sentot Purwanto, menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Eri dan Pemerintah Kota Surabaya atas pembangunan rumah pompa Gresikan Tambaksari. Rumah pompa ini dianggap sangat vital dalam mengatasi risiko banjir saat musim penghujan, dengan membantu mengurai aliran air hujan ke sungai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya yang mewujudkan pembangunan rumah pompa ini. Sebab, rumah pompa ini sangat vital karena membantu dalam mengurai aliran air hujan untuk dibuang ke sungai,” ujar Sentot Purwanto. (rio/ted)










