Semarang (pilar.id) – Co-captain Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Sudirman Said, menyampaikan tiga pesan penting serta imbauan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan kelancaran dan keadilan Pemilu 2024, yang diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang bermartabat.
Pertama, Sudirman mengimbau agar Presiden Jokowi memberikan keteladanan sebagai pemimpin tertinggi dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, memastikan agar berjalan dengan jujur dan adil. Sudirman menekankan pentingnya keteladanan presiden dalam menjunjung tinggi etika dan hukum, sehingga hasil Pemilu dapat diterima oleh rakyat.
“Saya ingin mengimbau dari pimpinan paling tinggi negeri ini, Presiden Republik Indonesia, Anda Pak Jokowi adalah tokoh Jawa Tengah yang budayanya adiluhung. Karena itu sangat diperlukan keteladanan yang luar biasa. Bila presiden kita memberi teladan dengan bersikap netral, menjunjung tinggi segala macam etik dan hukum, maka hasil Pilpres 2024 apa pun akan diterima oleh rakyat,” ungkap Sudirman saat acara Deklarasi dan Pengukuhan Tim Hukum Nasional AMIN Jawa Tengah.
Kedua, Sudirman menyoroti penggunaan bantuan sosial (bansos) sebagai alat politik. Dia menekankan bahwa bansos merupakan uang rakyat, dan jika digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu, hal itu dapat dianggap sebagai tindakan korupsi. Sudirman memperingatkan pemerintah agar tidak menyalahgunakan kebijakan bansos untuk kepentingan politik.
“Jadi, kalau menggunakan bansos sebagai alat politik kelompok tertentu, by definition bisa masuk dalam kategori korupsi, hati-hati!” tegas Sudirman.
Ketiga, Sudirman mengajak Presiden Jokowi untuk membaca kembali alinea 3 UUD 1945. Dia menekankan pentingnya menjaga dua hal mendasar, yaitu tauhid (rahmat Tuhan) dan iktikad baik. Sudirman mengingatkan bahwa kekuasaan harus digunakan dengan iktikad baik, sesuai dengan prinsip yang tertuang dalam UUD 1945.
“Pak presiden, mohon dibaca alinea 3 UUD 1945. Alinea 3 mengatakan begini, ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya’. Indonesia ini Pak Presiden dibangun dan ditata atas dasar 2 hal, satu tauhid, rahmat Tuhan, yang kedua iktikad baik,” terang Sudirman.
Sudirman menegaskan bahwa pemimpin tertinggi memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedua hal tersebut, dan jika tidak dijaga, hal tersebut dapat merusak tatanan negara. Dia mengajak untuk kembali pada prinsip tata cara penyelenggaraan negara yang baik, di mana kekuasaan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau keluarga.
Dengan imbauan ini, Sudirman berharap agar Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan jujur dan adil, menghasilkan pemimpin yang mampu menjalankan pemerintahan dengan integritas dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. (usm/ted)










