Jakarta (pilar.id) – Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN), menyoroti ketidaksetaraan distribusi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil, AMIN berkomitmen untuk memberikan tunjangan tambahan.
Dr. Ganis, Sp.PD., anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (Timnas) AMIN, menyampaikan bahwa perhatian khusus terhadap aspek keadilan bagi tenaga kesehatan tercermin dalam visi, misi, dan program AMIN. Visi AMIN adalah mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak, serta berbudaya.
“Misi AMIN bertujuan menjamin akses dan kualitas layanan kesehatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu upaya konkret adalah memastikan ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan di setiap fasilitas layanan, terutama puskesmas, di kawasan pesisir, kepulauan, wilayah terpencil, dan pedalaman. Kami akan memberikan tunjangan khusus untuk menciptakan keadilan,” ujar dr. Ganis pada Senin (8/1/2024).
Selain tunjangan tambahan, AMIN juga berkomitmen untuk melindungi tenaga kesehatan dari kekerasan dan memberikan perlindungan hukum selama menjalankan tugas profesinya. Kesejahteraan tenaga kesehatan tidak hanya dilihat dari aspek finansial, tetapi juga perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional mereka.
“Pendekatan AMIN tidak hanya mengutamakan percepatan pemerataan, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia,” tambah dr. Ganis.
AMIN meyakini bahwa menciptakan keadilan bagi para tenaga kesehatan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Pendekatan mereka bukan hanya untuk saat ini, melainkan juga untuk memastikan keberlanjutan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan yang berkualitas di masa depan. (ret/hdl)










