Jakarta (pilar.id) – SCG, konglomerat terkemuka di Asia Tenggara, bersama afiliasinya Mitra10 di bawah naungan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), meresmikan pembukaan gerai ke-50 Mitra10 di Shila Sawangan, Depok.
Melalui SCG Retail Holding Company Limited (SCGRH), SCG memegang 30,89 persen saham di CSAP. Pembukaan gerai ini menjadi langkah strategis menuju target 100 gerai Mitra10 pada tahun 2030, memperkuat posisi SCG di pasar ritel modern bahan bangunan di Indonesia.
Wiroat Rattanachaisit, President – SCG Distribution and Retail Business, menyatakan, “Sektor perdagangan modern di Indonesia terus tumbuh berkat pergeseran perilaku konsumen yang mengutamakan pengalaman belanja yang lengkap, terjangkau, nyaman, dan aman (one-stop shopping experience). SCG secara agresif mendorong investasi melalui ekspansi ritel modern bahan bangunan di Asia Tenggara, termasuk Mitra10, yang menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan rumah. Kami menetapkan target pembukaan 100 gerai Mitra10 di seluruh Indonesia pada tahun 2030.”
Mitra10, pemain utama ritel modern bahan bangunan di Indonesia sejak 1997, kini memiliki 50 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Sumatra, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.
Gerai-gerai ini mencakup 180.000 meter persegi area penjualan dengan 65.000 SKU dari 12 kategori produk home and living, termasuk produk-produk SCG seperti Semen SCG, peralatan sanitasi dari COTTO, pipa PVC SCG, ubin keramik, dan beton ringan SCG, yang menarik lebih dari 1 juta pengunjung setiap bulan.
Pada tahun 2023, SCG mengumumkan investasi senilai Rp265 miliar melalui pembelian rights issue dari CSAP. Investasi ini akan mempercepat pertumbuhan gerai Mitra10 dan memperkuat posisi Mitra10 sebagai Top-of-Mind Brand untuk renovasi rumah di Indonesia, menegaskan komitmen SCG untuk menjadi solusi terdepan bagi kebutuhan pelanggan di Asia Tenggara.
Bisnis SCG menunjukkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama 2024 dengan Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp54,3 triliun (USD 3,5 miliar), meningkat 3 persen q-o-q, dan EBITDA mencapai Rp5,5 triliun (USD 354 juta), naik 16 persen q-o-q, dengan Laba Bersih sebesar Rp1 triliun (USD 68 juta), meningkat Rp1,5 triliun (USD 100 juta) q-o-q. (usm/hdl)

