Surabaya (pilar.id) – Djarum Foundation, melalui program Djarum Trees For Life (DTFL), menyerahkan 25.194 pohon trembesi yang ditanam di lima ruas jalan tol di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Acara serah terima ini dihadiri oleh Kepala Balai Perkerasan dan Lingkungan Jalan Kementerian Pekerjaan Umum, Neni Kusnianti, serta perwakilan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan mitra pengelola jalan tol.
Program ini mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai dengan target Second Nationally Determined Contributions (NDC) 2031–2035.
“Sejak 2010, DTFL telah aktif melakukan penghijauan dengan menanam trembesi di berbagai wilayah, termasuk jalan tol. Kami berharap sinergi multipihak ini terus berkembang guna membantu pencapaian target pengurangan emisi GRK,” ujar Jemmy Chayadi, Program Director BLDF.
Penanaman trembesi oleh DTFL dimulai sejak 2019 bersama PT Jasa Marga di ruas tol Solo-Ngawi, diikuti oleh penanaman di ruas tol Jombang-Mojokerto, Pemalang-Batang, Pasuruan-Probolinggo, dan Pejagan-Pemalang pada tahun-tahun berikutnya. Sebanyak 267 km jalan tol telah dihijaukan dengan pohon trembesi, yang mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun, sekaligus berfungsi sebagai area resapan air.
Menurut Neni Kusnianti, penanaman trembesi tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan daya resap air dan kualitas lingkungan. “Inisiatif ini perlu didukung agar pembangunan tol lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Mahawan Karuniasa, akademisi dari Universitas Indonesia, menekankan bahwa mitigasi perubahan iklim, termasuk melalui penanaman pohon, sangat penting untuk menjaga suhu bumi tidak naik lebih dari 1,5 derajat per tahun.
Sony Sulaksono Wibowo, anggota BPJT, menyatakan bahwa inisiatif penghijauan seperti ini memberikan manfaat lebih dari sekadar keteduhan di ruas tol, tetapi juga mendukung pengurangan emisi dan kualitas udara yang lebih baik. (ted)



