Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • OJK Perkuat Pertahanan Lawan Scam Digital, Lebih dari 608 Ribu Kasus Penipuan Tercatat hingga Juni 2026
  • Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara
  • DNA Rilis Album Perdana OURORA; Berisi 18 Lagu, Tampilkan Eksplorasi Musik di Luar Indo Bounce
  • Gamezi Resmi Diluncurkan, Platform Top Up Game Instan Tanpa Daftar Akun Bidik Gamer Indonesia
  • UPgirls Buka Audisi Anggota Baru 2026, Kesempatan Emas bagi Talenta Muda Berkarier di Industri Musik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Gangguan Kesehatan Mental di Tempat Kerja, Dari Burnout hingga Diskriminasi

Gangguan Kesehatan Mental di Tempat Kerja, Dari Burnout hingga Diskriminasi

Gaya Hidup Retno Wulandari29 Januari 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi kesehatan mental di tempat kerja (foto: Generatif AI)
Ilustrasi kesehatan mental di tempat kerja (foto: Generatif AI)

Semarang (pilar.id) – Bayangkan seorang karyawati bernama Sarah, seorang analis keuangan di sebuah perusahaan besar. Setiap pagi, Sarah berangkat ke kantor dengan harapan bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dan pulang dengan perasaan lega. Namun, sejak beberapa bulan terakhir, ia mulai merasa ada yang berubah.

Jadwal kerjanya semakin padat, deadline datang bertubi-tubi, dan ia sering harus membawa pekerjaan ke rumah. Bosnya, yang dikenal tegas dan jarang memberikan apresiasi, kerap mengirim pesan pada malam hari, menanyakan laporan yang bahkan belum waktunya selesai.

Di sisi lain, hubungan Sarah dengan rekan kerjanya juga tidak terlalu baik. Ada gosip di kantor tentang siapa yang paling berprestasi, dan Sarah merasa dirinya sering diabaikan meski sudah bekerja keras. Beberapa kali, ide-idenya dipotong saat rapat, membuatnya ragu apakah suaranya benar-benar dihargai.

Di tengah tekanan pekerjaan, Sarah mulai sulit tidur. Ia sering merasa cemas, bahkan sebelum memulai hari. Minggu malam menjadi saat yang paling menegangkan karena ia merasa takut menghadapi beban pekerjaan esok hari. Sarah, yang dulu selalu ceria, mulai menarik diri dari teman-temannya, dan hobinya kini terasa tidak lagi menyenangkan.

Sarah adalah gambaran nyata dari banyak karyawan di luar sana yang merasa terjebak dalam tekanan dan tantangan di tempat kerja. Kantor, yang seharusnya menjadi tempat berkembang dan berkarya, justru menjadi sumber stres yang merongrong kesehatan mental. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi?

Tempat kerja memang bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental, baik secara positif maupun negatif. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kantor atau tempat kerja bisa menjadi sumber gangguan kesehatan mental.

Baca Juga  Merasa tidak Punya Teman Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Bangkit Yuk!

1. Beban Kerja yang Berlebihan

Beban kerja yang terlalu berat atau tenggat waktu yang ketat sering kali membuat karyawan merasa stres. Jika hal ini terus terjadi, stres berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan emosional (burnout) dan gangguan mental lainnya seperti kecemasan atau depresi.

2. Konflik Antar Rekan Kerja

Lingkungan kerja yang dipenuhi konflik, seperti persaingan tidak sehat, gosip, atau kurangnya komunikasi, dapat menciptakan ketegangan emosional. Konflik yang tidak terselesaikan bisa memengaruhi rasa nyaman dan mengganggu konsentrasi.

3. Gaya Kepemimpinan yang Tidak Mendukung

Pemimpin yang otoriter, tidak memberikan dukungan emosional, atau tidak memahami kebutuhan bawahannya bisa menimbulkan tekanan psikologis. Karyawan yang merasa tidak dihargai atau diperlakukan dengan tidak adil cenderung kehilangan motivasi dan merasa cemas.

4. Kurangnya Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Lingkungan kerja yang menuntut karyawan untuk terus bekerja di luar jam kantor atau sulit memberikan ruang untuk kehidupan pribadi dapat menyebabkan kelelahan. Ketidakseimbangan ini sering kali memicu stres dan mengganggu kesehatan mental.

5. Perundungan (Bullying) atau Diskriminasi

Perundungan di tempat kerja, baik secara verbal maupun nonverbal, dapat merusak rasa percaya diri dan menyebabkan trauma psikologis. Begitu juga dengan diskriminasi berdasarkan gender, ras, atau agama, yang membuat seseorang merasa tidak diterima atau terisolasi.

6. Kurangnya Dukungan Psikologis

Beberapa tempat kerja tidak memiliki fasilitas atau program yang mendukung kesehatan mental karyawan, seperti konseling atau pelatihan manajemen stres. Akibatnya, karyawan yang sedang mengalami masalah pribadi atau tekanan kerja tidak memiliki akses ke bantuan yang dibutuhkan.

Baca Juga  Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental lewat 5 Kursus Kesehatan Online Terbaik di Coursera

7. Ketidakpastian Karier

Ketidakpastian, seperti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kurangnya kejelasan tentang jenjang karier, dapat menimbulkan rasa cemas yang terus-menerus. Karyawan mungkin merasa tidak aman secara finansial atau tidak dihargai.

8. Lingkungan Fisik yang Tidak Kondusif

Lingkungan kerja yang tidak nyaman, seperti ruangan yang terlalu bising, tidak ergonomis, atau terlalu penuh, dapat memengaruhi kenyamanan mental karyawan. Suasana fisik yang tidak mendukung dapat meningkatkan tingkat stres.

Dampaknya? Jika gangguan kesehatan mental akibat tempat kerja dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas, absensi yang tinggi, burnout, dan dalam kasus ekstrem, depresi berat atau keinginan untuk resign. Bahkan bisa memengaruhi hubungan pribadi karyawan di luar tempat kerja.

Solusi? Bagi karyawan, ada baiknya untuk belajar mengenali tanda-tanda awal stres atau gangguan mental, berkomunikasi dengan atasan, mencari bantuan profesional, dan mencoba teknik manajemen stres seperti mindfulness atau olahraga.

Sementara bagi perusahaan, mulailah menerapakan manajemen berbasis penghormatan pada kesehatan mental. Mulai berpikir untuk menyediakan divisi SDM yang memiliki akses konseling, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan mempromosikan keseimbangan kerja-kehidupan. (ret/hdl/dari berbagai sumber)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
kesehatan mental

Berita Lainnya

Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Ilustrasi sebuah keluarga (foto: istimewa)

Ekonomi Sulit Bukan Alasan Rumah Kehilangan Kehangatan, Jaga Mental Keluarga di Tengah Krisis Finansial

17 Juni 2026
Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi

Tragedi Bunuh Diri Anak di NTT, Guru Besar Sosiologi UNAIR Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Anak

5 Februari 2026
Ilustrasi ChatGPT

OpenAI Digugat Keluarga di AS dan Kanada, ChatGPT Dituding Picu Krisis Kesehatan Mental

9 November 2025
HUT ke-73 SMPN 1 Sidoarjo diisi talkshow kesehatan mental diikuti 350 siswa, serta rangkaian kegiatan alumni seperti bazaar, donor darah, dan hiburan musik.

HUT ke-73 SMPN 1 Sidoarjo, 350 Siswa Ikuti Talkshow Kesehatan Mental dan Leadership

26 September 2025
dr. Lila Nurmayanti, Sp.K.J

RSJ Menur Surabaya: Januari hingga April 2025 Tercatat 51 Pasien Kecanduan Judi Online

22 Mei 2025
Stres dan gangguan penyesuaian jadi keluhan umum jemaah haji di Tanah Suci. Kenali gejala awal untuk cegah gangguan jiwa yang mengganggu ibadah.

Waspadai Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa Jemaah Haji, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2025
Ilustrasi seorang perempuan sedang menggunakan laptop (foto: Pavel Danilyuk, pexels)

Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental lewat 5 Kursus Kesehatan Online Terbaik di Coursera

12 April 2025
Ilustrasi seseorang yang merasa sendiri dan merasa diabaikan oleh lingkungannya (foto: Generatif AI)

Kapan Harus Kembali Masuk dalam Lingkungan Sosial, Simak Tips Berikut

11 Maret 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Indonesia mencatat sejarah di Gardens by the Bay Singapura lewat Orchid Extravaganza yang menghadirkan lebih dari 30 instalasi seni budaya Nusantara.

Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara

6 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Berita Lainnya
riderica Widyasari Dewi

OJK Perkuat Pertahanan Lawan Scam Digital, Lebih dari 608 Ribu Kasus Penipuan Tercatat hingga Juni 2026

6 Juli 2026
Indonesia mencatat sejarah di Gardens by the Bay Singapura lewat Orchid Extravaganza yang menghadirkan lebih dari 30 instalasi seni budaya Nusantara.

Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara

6 Juli 2026
DNA resmi merilis album perdana OURORA; berisi 18 lagu dengan kolaborasi QG, INDAHKUS, YB, hingga PARKZ dan SYEQY.

DNA Rilis Album Perdana OURORA; Berisi 18 Lagu, Tampilkan Eksplorasi Musik di Luar Indo Bounce

6 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.