Hong Kong (pilar.id) – Jaringan restoran Ocean Empire mengumumkan penutupan seluruh gerainya di Hong Kong secara permanen, menyusul kondisi keuangan yang memburuk.
Dalam pemberitahuan kepada karyawan pada Rabu (tanggal tidak disebutkan), perusahaan menyatakan bahwa keputusan ini berlaku seketika, mencakup penutupan tujuh cabang yang tersisa dan pemutusan kontrak seluruh staf.
“Karena situasi bisnis yang menantang serta memburuknya kondisi keuangan perusahaan, manajemen telah mengambil keputusan sulit untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional, termasuk menutup semua toko dan kantor pada hari yang sama,” tulis manajemen Ocean Empire dalam surat kepada karyawan, sebagaimana dilaporkan media lokal.
Ocean Empire juga menyampaikan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan para mantan karyawan terkait klaim gaji yang belum dibayar, pesangon, cuti tahunan yang masih berlaku, dan kompensasi lainnya.
Para pekerja disarankan menghubungi Departemen Tenaga Kerja Hong Kong untuk mendapatkan konsultasi hukum mengenai hak-hak mereka.
Seorang reporter dari Hong Kong yang mengunjungi cabang Ocean Empire di Wan Chai pada siang hari melihat gerai tersebut telah tutup dan lampu dimatikan.
Federasi Serikat Pekerja Hong Kong (Hong Kong Federation of Trade Unions), yang pro-pemerintah, menempelkan pengumuman di pintu restoran, mengajak mantan karyawan untuk menghubungi mereka guna mendapatkan bantuan terkait hak-hak ketenagakerjaan.
Didirikan pada 1992, Ocean Empire dikenal sebagai restoran spesialis bubur Kanton, gulungan nasi, dan camilan khas Hong Kong.
Menurut situs resminya, jaringan ini memiliki tujuh cabang sebelum akhirnya ditutup. Pada masa jayanya, Ocean Empire sempat mengoperasikan sekitar 30 gerai, menurut laporan HK01.
Penutupan ini menambah deretan restoran dan toko yang gulung tikar di Hong Kong dalam satu tahun terakhir. Pada Agustus lalu, jaringan restoran Amerika Outback Steakhouse mengumumkan penutupan hampir separuh cabangnya di kota itu.
Kam Kee Cafe juga menyampaikan rencana untuk menutup seluruh cabangnya di wilayah New Territories. Di bulan Oktober, Garrett Popcorn asal Amerika Serikat mengakhiri operasinya di Hong Kong setelah 13 tahun berbisnis.
Sementara itu, jaringan dessert Thailand, After You, keluar dari pasar Hong Kong pada April, hanya tiga tahun setelah ekspansi awalnya. (ret/hdl)







