Barcelona (pilar.id) — FC Barcelona memastikan gelar La Liga ke-28 mereka setelah menang 2-0 atas rival sekota, RCD Espanyol, dalam laga pekan ke-36 yang berlangsung di RCDE Stadium, Jumat dini hari (16 Mei 2025).
Dua gol dari Lamine Yamal dan Fermin Lopez mengukuhkan dominasi Blaugrana sekaligus memicu perayaan besar para pemain meski diwarnai ketegangan dengan suporter tuan rumah.
Yamal Buka Keunggulan, Fermin Tutup Kemenangan
Pertandingan berlangsung panas sejak awal. Barcelona, yang hanya butuh kemenangan untuk mengunci gelar, tampil agresif.
Gol pertama tercipta pada menit ke-53 lewat aksi gemilang Lamine Yamal. Pemain muda itu melepaskan tembakan melengkung dari jarak 20 yard yang menghujam pojok atas gawang Espanyol. Gol tersebut menjadi momentum penting dalam perburuan gelar musim ini.
Espanyol harus bermain dengan 10 orang setelah Leandro Cabrera dikartu merah langsung pada menit ke-80 akibat pelanggaran keras.
Barcelona memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menambah gol kedua di masa injury time. Kali ini, giliran Fermin Lopez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Yamal dan menyelesaikannya dengan sepakan akurat ke pojok bawah gawang.
Perayaan Juara yang Tegang
Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Barcelona langsung merayakan kemenangan di atas lapangan. Mereka menyanyikan yel-yel championeys dengan penuh semangat.
Namun, situasi memanas ketika suporter Espanyol menunjukkan ketidaksenangan mereka, memaksa para pemain Barcelona untuk segera meninggalkan lapangan.
Pelatih Hansi Flick, yang sebelumnya meminta skuadnya menjaga respek terhadap lawan jika berhasil menjadi juara, tampak mengingat insiden serupa beberapa tahun silam ketika Barcelona juga merayakan gelar di kandang Espanyol yang berakhir ricuh.
Statistik Menarik dan Jalan Menuju Gelar
Kemenangan ini membuat Barcelona tak terkejar di klasemen sementara, dengan koleksi poin yang cukup untuk mengunci posisi puncak. Gelar ini menjadi yang ke-28 bagi Blaugrana sepanjang sejarah La Liga.
Dengan skuat muda berbakat seperti Yamal dan Fermin, serta kepemimpinan Flick, musim ini menunjukkan transisi yang sukses bagi Barcelona usai era Xavi.
Mereka juga mencatatkan performa defensif impresif, termasuk penyelamatan penting dari kiper Wojciech Szczesny di babak pertama. (mad/hdl)










