Jakarta (pilar.id) – Usainya musim liburan sekolah tidak lantas menyurutkan minat masyarakat untuk merencanakan perjalanan berikutnya. Sejumlah maskapai penerbangan dan agensi wisata gencar menggelar pameran perjalanan atau travel fair dengan iming-iming potongan harga menarik. Kendati menawarkan efisiensi anggaran, calon pelancong diimbau tetap teliti agar kemudahan yang didapat tidak berubah menjadi kerugian finansial.
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana, membagikan sejumlah langkah strategis yang perlu diperhatikan konsumen saat berburu diskon tiket pesawat maupun paket wisata.
Menurutnya, kecermatan dalam membaca detail penawaran serta kesiapan perlindungan proteksi menjadi kunci utama agar liburan tetap aman dan tenang.
Cermati Syarat Promo dan Batas Kemampuan Finansial
Maraknya promo bertajuk diskon terbatas kerap memicu perilaku beli impulsif. Maria mengimbau masyarakat untuk tidak tergesa-gesa melakukan transaksi sebelum menentukan jadwal, destinasi, dan anggaran secara matang. Konsumen perlu membandingkan penawaran dari beberapa vendor serta memeriksa komponen biaya tambahan, seperti kapasitas bagasi, biaya opsi rebooking, hingga kebijakan pembatalan.
Selain itu, skema pembayaran yang menggiurkan seperti opsi cicilan, kembalian tunai (cashback), dan bonus poin dari penyedia jasa keuangan wajib disikapi secara bijak. Berbagai kemudahan pembayaran tersebut idealnya dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing tanpa memicu beban utang baru usai liburan.
Faktor keamanan transaksi juga tidak boleh diabaikan. Seluruh pembelian tiket maupun reservasi akomodasi disarankan hanya melalui agen perjalanan resmi atau platform tepercaya guna meminimalkan risiko penipuan digital.
Pentingnya Asuransi Perjalanan Meski Berlibur Jarak Dekat
Satu hal yang sering kali luput dari perhatian wisatawan adalah kepemilikan asuransi perjalanan. Banyak pelancong menganggap proteksi tambahan tidak diperlukan, terutama ketika memilih destinasi jarak dekat seperti negara-negara di kawasan ASEAN.
Padahal, risiko tak terduga seperti gangguan kesehatan mendadak, kecelakaan ringan, keterlambatan penerbangan, hingga kehilangan dokumen penting dapat terjadi kapan saja. Biaya penanganan darurat di luar negeri umumnya berpotensi membengkak jika tidak diantisipasi sejak awal.
Maria menegaskan bahwa premi asuransi perjalanan sejatinya tergolong relatif kecil jika dibandingkan dengan total anggaran liburan. Memasukkan komponen proteksi ke dalam perencanaan awal menjadi langkah krusial untuk menjamin kenyamanan fisik dan menjaga stabilitas finansial keluarga selama berwisata. (ret/hdl)










