Jakarta (pilar.id) – Proses transfer Jadon Sancho dari Manchester United ke Juventus nyaris mencapai garis akhir. Namun, satu kendala baru muncul dan berpotensi menghambat kesepakatan: tuntutan pesangon dari pihak Sancho kepada Manchester United.
Setelah gagal dipermanenkan oleh Chelsea usai masa peminjamannya berakhir, Sancho kembali ke Old Trafford sambil menanti kejelasan masa depannya. Juventus disebut menjadi klub yang paling serius meminang winger asal Inggris tersebut.
Mengutip laporan media Italia La Stampa, pertemuan positif telah dilakukan antara semua pihak terkait. Juventus disebut bersedia membayar biaya transfer antara €20 juta hingga €25 juta (sekitar Rp337 miliar hingga Rp421 miliar) untuk mendapatkan jasa Sancho.
Namun, meski nilai transfer sudah mendekati kesepakatan, negosiasi kini terkendala pada aspek finansial dari pihak pemain.
Sancho Minta Pesangon untuk Kompensasi Gaji Lebih Rendah
Jadon Sancho dikabarkan telah bersedia menerima gaji dasar sekitar £5 juta per tahun di Juventus. Namun, ia juga menuntut pembayaran pesangon minimal €5 juta (sekitar Rp84 miliar) dari Manchester United. Permintaan tersebut kemungkinan besar diajukan sebagai kompensasi atas gaji yang lebih rendah di klub barunya.
Sampai saat ini belum jelas apakah Manchester United bersedia memenuhi permintaan tersebut atau masih akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan perwakilan sang pemain.
Pihak Setan Merah tentu ingin segera menyelesaikan proses ini mengingat mereka juga butuh dana segar untuk mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas ini. Sementara itu, Juventus menganggap Sancho sebagai rekrutan strategis untuk memperkuat ambisi mereka dalam perebutan gelar Serie A musim 2025/2026.
Chelsea Gagal Permanenkan Sancho Karena Masalah Struktur Usia
Sebelumnya, Sancho tampil cukup menjanjikan selama masa peminjaman di Chelsea dengan torehan lima gol dan sepuluh assist dari 41 penampilan di semua kompetisi. Chelsea sempat mempertimbangkan untuk mempermanenkannya, namun kemudian mundur karena Sancho tidak sesuai dengan kebijakan struktur usia skuad mereka.
Kini, dengan sisa kontrak satu tahun bersama Manchester United, Sancho berada dalam posisi tawar yang kuat. United tentu tidak ingin melepasnya secara gratis pada musim panas tahun depan. Di sisi lain, Sancho juga tak mau buru-buru pindah jika tidak sesuai dengan syarat finansial yang diinginkannya.
Situasi ini memperlihatkan betapa rumitnya negosiasi transfer pemain bintang, terutama ketika banyak kepentingan yang harus diseimbangkan antara klub lama, klub baru, dan sang pemain sendiri. (wid/hdl)










