Washington DC (pilar.id) – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. tiba di Washington, DC pada Minggu (21/7/2025) untuk melakukan kunjungan resmi selama tiga hari. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong pembentukan perjanjian dagang bilateral dan memperkuat kerja sama pertahanan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pesawat yang membawa Presiden Marcos Jr. mendarat di Joint Base Andrews pada pukul 14.48 waktu setempat (18.48 GMT). Kedatangan tersebut disambut oleh Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez dan Duta Besar AS untuk Filipina MaryKay Carlson, sebagaimana disampaikan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina.
Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan, Marcos menyebut kunjungan ini sebagai yang pertama ke Washington sejak pelantikan Presiden Trump awal tahun ini. Ia menyebut pertemuan dengan Trump penting untuk “terus mendorong kepentingan nasional dan memperkuat aliansi.”
“Saya ingin memastikan bahwa aliansi jangka panjang antara Filipina dan Amerika Serikat tetap menjadi instrumen perdamaian dan penggerak pembangunan, tidak hanya di kawasan Asia-Pasifik tetapi juga secara global,” ujar Marcos.
Ia juga menegaskan bahwa prioritas utama dari kunjungan ini adalah memperkuat keterlibatan ekonomi, terutama dalam bentuk peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Presiden Marcos akan membahas tarif sebesar 20 persen yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus terhadap sejumlah produk ekspor Filipina ke AS. Ia menyatakan kesiapan Filipina untuk memulai diskusi terkait perjanjian dagang bilateral yang “kuat, saling menguntungkan, dan berorientasi masa depan.”
Filipina dan Amerika Serikat merupakan mitra tradisional dalam bidang ekonomi dan militer. Hubungan keamanan kedua negara secara resmi diikat melalui US-Philippines Mutual Defense Treaty yang telah berlaku sejak 1951.
Kunjungan Presiden Marcos Jr. ke Amerika Serikat mencerminkan tekad pemerintah Filipina untuk mempertahankan hubungan strategis dengan Washington di tengah dinamika global. Dengan fokus pada penguatan perdagangan dan pertahanan, pertemuan bilateral ini diharapkan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua negara. (usm/hdl)








