Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • ARTOTEL Yogyakarta Gelar Pameran A Garden Inside My Mind, Sajikan Imajinasi Seniman Autisme Muhammad Salman Farisyi
  • Gubernur Khofifah Dorong Peserta PKN I Jadi Pemimpin Transformatif, Kolaboratif, dan Solutif
  • Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$60.000, Tekanan Inflasi AS dan The Fed Picu Aksi Jual Kripto
  • OJK Terbitkan Aturan Baru untuk Influencer Kripto, Pelanggaran Bisa Berujung Denda hingga Rp15 Miliar
  • Pertamina Internasional EP Kirim 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia, Perkuat Ketahanan Energi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Ambisi Trump Jadikan AS Kiblat Kripto Dunia Tersandung Gejolak Pasar

Ambisi Trump Jadikan AS Kiblat Kripto Dunia Tersandung Gejolak Pasar

Internasional Retno Wulandari2 Januari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Jakarta (pilar.id) – Terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat dengan janji menjadikan negaranya sebagai pusat kripto dunia, Donald Trump sempat dianggap sebagai katalis kebangkitan industri aset digital global. Berbagai kebijakan pro-kripto yang diambil pemerintahannya, mulai dari penunjukan regulator hingga pengesahan undang-undang, membuka jalan bagi integrasi kripto ke dalam sistem keuangan arus utama.

Trump menunjuk Paul Atkins, figur yang dikenal memiliki kedekatan dengan industri kripto, sebagai Ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat perubahan pendekatan regulator yang sebelumnya dianggap keras terhadap aset digital. Di saat yang sama, Kongres yang dikuasai Partai Republik mengesahkan GENIUS Act, regulasi penting yang menetapkan kerangka hukum bagi stablecoin—jenis aset kripto yang dirancang untuk stabil dan memungkinkan transfer lintas negara secara instan.

Bagi industri, pengesahan regulasi tersebut menjadi kemenangan strategis, terlebih setelah ratusan juta dolar digelontorkan pada Pemilu 2024 untuk mendukung kandidat legislatif yang berpihak pada kripto. Dukungan politik itu mendorong lonjakan kepercayaan pasar dan memicu reli besar sepanjang sebagian besar 2025.

Euforia, Kepentingan, dan Kontroversi Etika

Optimisme terhadap kebijakan pro-kripto Trump juga diperkuat oleh keterlibatan langsung keluarganya dalam berbagai proyek aset digital, mulai dari penambangan bitcoin hingga layanan keuangan kripto, termasuk peluncuran meme coin bertajuk $TRUMP. Namun langkah tersebut memunculkan kekhawatiran etis terkait potensi konflik kepentingan.

Pihak Gedung Putih, melalui juru bicara Karoline Leavitt, membantah adanya konflik kepentingan dan menilai tudingan tersebut sebagai upaya yang memperkeruh kepercayaan publik. Administrasi Trump menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil bertujuan mendorong inovasi dan peluang ekonomi, sejalan dengan janji menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin global industri kripto.

Bitcoin Melejit, Lalu Terjun Bebas

Didorong sentimen positif tersebut, pasar kripto mencatat lonjakan signifikan. Harga bitcoin hampir dua kali lipat sejak Trump terpilih kembali pada November 2024, mencapai rekor tertinggi sekitar US$126.000 per koin pada Oktober 2025. Namun euforia itu tidak bertahan lama.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Menuju AS untuk Negosiasi Tarif Impor 32 Persen dari Pemerintahan Trump

Pasar mulai berbalik arah setelah Trump melontarkan ancaman penerapan tarif tambahan sebesar 100 persen terhadap impor China pada 10 Oktober 2025. Pernyataan tersebut mengguncang pasar global dan mendorong investor melepas aset berisiko, termasuk saham dan kripto. Meski ancaman tarif kemudian dilunakkan dan pasar saham pulih, kripto tidak mengalami pemulihan serupa.

Hingga akhir Desember 2025, bitcoin diperdagangkan di kisaran US$87.600, terkoreksi sekitar 30 persen dari puncaknya. Secara tahunan, kinerja bitcoin justru mencatat penurunan, berbanding terbalik dengan indeks saham utama AS seperti S&P 500 dan Dow Jones yang menutup tahun dengan kenaikan dua digit.

Spekulasi Berlebihan dan Efek Leverage

Salah satu faktor utama yang memperparah koreksi kripto adalah tingginya penggunaan leverage. Optimisme terhadap “tahun emas kripto” mendorong investor mengambil risiko besar dengan meminjam dana untuk membeli aset digital tambahan, menggunakan kepemilikan kripto mereka sebagai jaminan.

Alex Thorn, Kepala Riset Galaxy Digital, menilai praktik leverage tersebut berdampak sangat merusak ketika pasar berbalik arah. Kerugian yang berlipat ganda akibat penurunan harga membuat banyak investor enggan kembali masuk ke pasar, sehingga memperlambat proses pemulihan.

Fenomena ini menegaskan perbedaan karakter antara pasar kripto dan pasar saham. Ketika indeks saham AS mampu bangkit dan mencetak rekor baru, kripto justru tertahan oleh trauma kerugian besar dan likuidasi paksa akibat leverage.

Siklus Boom dan Bust yang Berulang

Koreksi tajam di 2025 kembali mengingatkan pada pola klasik boom and bust yang kerap mewarnai sejarah kripto. Pada 2022, industri juga mengalami “musim dingin” panjang setelah euforia pandemi berakhir, suku bunga naik, dan runtuhnya FTX memicu krisis kepercayaan. Harga bitcoin kala itu anjlok dari sekitar US$50.000 ke bawah US$20.000.

Peristiwa serupa juga terjadi pada 2018, ketika gelembung initial coin offering (ICO) pecah setelah lonjakan investasi spekulatif. Mark Hays dari Americans for Financial Reform menilai pasar kripto secara struktural masih sangat bergantung pada spekulasi dan pengambilan risiko ekstrem, sehingga rentan terhadap guncangan besar ketika sentimen berubah.

Baca Juga  Investasi Sejak Muda, Bevan Pramudito Pemuda 16 Tahun Asal Kediri dapat 320 Juta dari NFT

Optimisme Industri, Kekhawatiran Sistemik

Meski demikian, pelaku industri tetap menyimpan optimisme. Adam Morgan McCarthy dari Kaiko menilai kripto kini telah berkembang menjadi sebuah industri yang lebih matang, sehingga potensi kejatuhan total seperti masa lalu dinilai lebih kecil. Dukungan regulator, sikap yang lebih akomodatif dari SEC, serta pembahasan lanjutan CLARITY Act di Kongres memperkuat keyakinan tersebut.

RUU CLARITY Act berpotensi mengalihkan sebagian besar pengawasan kripto ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC), regulator yang dinilai lebih ramah terhadap inovasi. Selain itu, ketertarikan lembaga keuangan besar seperti JPMorgan Chase untuk menyediakan layanan perdagangan kripto bagi klien institusional menjadi sinyal meningkatnya penerimaan arus utama.

Namun bagi kalangan kritis, integrasi yang semakin dalam antara kripto dan sistem keuangan konvensional justru meningkatkan risiko sistemik. Mark Hays memperingatkan bahwa krisis kripto di masa depan berpotensi menular ke pasar keuangan yang lebih luas, menyerupai krisis finansial sebelumnya.

Tahun yang Kembali Tak Sesuai Harapan

Menutup 2025, industri kripto kembali dihadapkan pada realitas pahit. Setelah digadang-gadang sebagai tahun kejayaan, pasar justru berakhir dengan koreksi dan ketidakpastian. Ambisi Trump menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto dunia memang membawa perubahan regulasi dan legitimasi politik, namun juga memperlihatkan bahwa dukungan kebijakan tidak serta-merta menghapus volatilitas dan risiko inheren industri ini.

Sejarah kripto kembali menegaskan satu pola lama: potensi keuntungan besar selalu berjalan beriringan dengan peluang kerugian yang sama besarnya. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, harapan besar kembali diuji oleh kenyataan pasar yang tak selalu sejalan. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Donald Trump kripto

Berita Lainnya

bitcoin

OJK Terbitkan Aturan Baru untuk Influencer Kripto, Pelanggaran Bisa Berujung Denda hingga Rp15 Miliar

26 Juni 2026
Selat Hormuz

Trump Tunda Serangan ke Iran Dua Pekan, Ketegangan Global Mereda Meski Sementara

8 April 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Geopolitik Memanas, Bitcoin Terkoreksi ke 66 Ribu USD: Analis Sebut Sentimen Pasar Masih Rapuh

2 April 2026
AS dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Teheran membalas dengan rudal dan drone, memicu eskalasi besar di Timur Tengah.

AS dan Israel Lancarkan Serangan Militer ke Iran, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

1 Maret 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Mahkamah Agung Batalkan Tarif Global Trump, Gedung Putih Umumkan Bea Masuk 10 Persen Baru

21 Februari 2026
kripto

Pasar Kripto 2025 Berbelok ke Aset Berutilitas Tinggi, Blazpay dan Floki Jadi Sorotan

2 Januari 2026
Ilustrasi investasi kripto (foto: Alesia Kozik, pexels)

Ratusan Perusahaan RI Mulai Masuk Investasi Kripto, OJK Sebut Tren Institusional Terus Menguat

4 Desember 2025
Menteri LN Amerika Serikat, Marco Rubio

Menlu AS Rubio Peringatkan Upaya Aneksasi Tepi Barat Bisa Gagalkan Rencana Perdamaian Trump di Gaza

24 Oktober 2025
Ilustrasi aset kripto (foto: Art Rachen, unsplash)

Industri Kripto Sumbang Rp70 Triliun ke PDB, Potensi Tembus Rp260 Triliun Jika Terregulasi Penuh

10 Oktober 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Stimulus Ekonomi 2026: Bea Masuk LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat Resmi Jadi 0 Persen

22 Juni 2026
Berita Lainnya
ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan pameran seni "A Garden Inside My Mind" karya Muhammad Salman Farisyi yang berlangsung hingga 25 September 2026.

ARTOTEL Yogyakarta Gelar Pameran A Garden Inside My Mind, Sajikan Imajinasi Seniman Autisme Muhammad Salman Farisyi

26 Juni 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Dorong Peserta PKN I Jadi Pemimpin Transformatif, Kolaboratif, dan Solutif

26 Juni 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$60.000, Tekanan Inflasi AS dan The Fed Picu Aksi Jual Kripto

26 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.