Yogyakarta (pilar.id) – ARTOTEL Yogyakarta kembali menghadirkan ruang apresiasi seni kontemporer melalui pameran bertajuk “A Garden Inside My Mind”, yang menampilkan karya-karya seniman Muhammad Salman Farisyi. Pameran resmi dibuka pada Kamis (25/6) di ARTSPACE, Lobby ARTOTEL Yogyakarta, dan dapat dikunjungi masyarakat hingga 25 September 2026.
Pameran ini menjadi bagian dari komitmen ARTOTEL Yogyakarta dalam menghadirkan ruang kreatif yang inklusif sekaligus memperkenalkan perspektif baru dalam seni rupa Indonesia. Melalui puluhan karya yang dipamerkan, pengunjung diajak menyelami dunia batin Salman yang dituangkan lewat komposisi warna, pola, dan simbol-simbol visual yang sarat makna.
Sebagai seniman berkebutuhan khusus dalam spektrum autisme, Salman menjadikan seni sebagai medium komunikasi yang mampu menerjemahkan pengalaman, emosi, dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Karya-karyanya memperlihatkan bagaimana bahasa visual mampu menjembatani dunia personal dengan publik tanpa harus dibatasi oleh kata-kata.
Warna Vibran dan Simbol Pohon Jadi Benang Merah Pameran
“A Garden Inside My Mind” menghadirkan lukisan-lukisan dengan dominasi warna-warna cerah yang dipadukan dengan visual pohon sebagai elemen utama. Pohon dihadirkan sebagai simbol kehidupan, harapan, pertumbuhan, sekaligus keteguhan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Pendekatan visual Salman bersifat intuitif dan ekspresif. Goresan warna yang berulang membentuk ritme artistik yang tidak hanya menawarkan pengalaman estetis, tetapi juga mengajak pengunjung memahami keberagaman cara manusia mengekspresikan diri.
Lebih dari sekadar pameran seni, ekshibisi ini juga membawa pesan mengenai pentingnya inklusivitas dan penerimaan terhadap perbedaan. Kehadiran Salman di dunia seni rupa dinilai menjadi inspirasi bahwa kreativitas tidak mengenal batas, serta mampu memberikan dampak positif bagi keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas.
ARTOTEL Hadirkan Ruang Seni yang Inklusif
General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Trapsilo, mengatakan pameran ini merupakan wujud komitmen hotel dalam memberikan ruang yang setara bagi para seniman dengan beragam latar belakang.
Menurut Timur, seni memiliki sifat universal yang mampu menyatukan berbagai perspektif. Karena itu, ARTSPACE terus dikembangkan sebagai ruang terbuka bagi publik untuk menikmati karya seni sekaligus merayakan keberagaman.
Ia menambahkan, melalui pameran “A Garden Inside My Mind”, masyarakat diajak melihat bagaimana sebuah potensi dapat berkembang ketika memperoleh ruang berekspresi yang inklusif dan apresiatif.
Terbuka untuk Umum hingga September 2026
Selama tiga bulan penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati rangkaian karya Muhammad Salman Farisyi yang masing-masing menghadirkan narasi tentang harapan, keindahan, dan kekuatan imajinasi dari sudut pandang yang autentik.
Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari di ARTSPACE, Lobby ARTOTEL Yogyakarta. Kehadiran pameran tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi seni yang memperkaya pengalaman wisata budaya di Kota Yogyakarta sekaligus memperluas ruang dialog mengenai seni yang inklusif dan keberagaman dalam berkarya. (usm/hdl)










