Bangka Barat (pilar.id) – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui Stasiun Bakamla Bangka Belitung dan unsur kapal patroli KN. Belut Laut-406, berhasil menertibkan aktivitas penambangan pasir timah ilegal di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah yang terletak di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (24/7/2025).
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., dalam rangka mendukung kebijakan nasional dalam penertiban kegiatan pertambangan dan eksplorasi mineral dan batubara (minerba). Langkah ini juga dimaksudkan untuk menjaga ketertiban hukum dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Stasiun Bakamla Babel, Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 35 unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga melakukan aktivitas penambangan tanpa izin di area IUP PT Timah.
“Setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi, seluruh ponton kami perintahkan untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan dan diarahkan ke tepi pantai untuk proses pendataan lebih lanjut,” ujar Letkol Yuli Eko.
Ia menambahkan bahwa Bakamla RI tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum semata, namun juga mengedepankan pendekatan edukatif dan solutif terhadap para penambang.
“Kami siap memfasilitasi para penambang agar dapat memperoleh legalitas melalui surat perintah kerja dari PT Timah. Dengan begitu, kegiatan mereka bisa berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lingkungan laut akibat aktivitas tambang ilegal serta mengantisipasi praktik penyelundupan pasir timah yang dapat merugikan negara.
Dalam operasi tersebut, Letkol Yuli Eko didampingi oleh Komandan KN. Belut Laut-406, Letkol Bakamla Haslul Prio Widiatmoko. Keduanya menegaskan komitmen Bakamla RI dalam mendampingi masyarakat pesisir untuk memastikan aktivitas ekonomi kelautan berjalan secara sah dan berkelanjutan.
“Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi antarinstansi, kami berkomitmen mewujudkan laut yang aman, tertib, dan produktif demi kesejahteraan bersama,” pungkas Letkol Yuli. (mad/hdl)









